SINYALMAGZ.com – NASA mengeluarkan peringatan bahwa akan ada tiga ojek di dekat Bumi. Ketiga objek tersebut adalah asteroid yang akan melintas di dekat Bumi.
Dikutip dari Newshub, Selasa (15/1/2019), asteroid pertama yang akan mendekati Bumi memiliki panjang 17 meter. Asteroid ini diperkirakan akan melintasi Bumi pada pukul 16.20 waktu Selandia Baru atau sekitar pukul 10.20 WIB.
Kemungkinan, asteroid ini akan melintasi Bumi dengan kecepatan 7380 kilometer per jam.
Asteroid yang diberi nama 2019 AT6 ini berjarak 3,2 juta kilometer dari Bumi. Memang terlihat tidak terlampau dekat, namun NASA menyebutnya sebagai salah satu “objek di dekat Bumi”.
Sementara asteroid lainnya yang juga akan melintasi Bumi adalah bernama 2019 AM8.
Asteroid ini memiliki ukuran sebesar Paus Biru. Kecepatan asteroid 2019 AM8 ini dua lipat lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan asteriod yang pertama, yakni 40.555 kilometer per jam.
Kemungkinan, asteroid ini bakal melintas Bumi pada Rabu pagi, pukul 05.03 waktu Selandia Baru atau pukul 11 malam WIB.
Jarak terdekat antara asteroid 2019 AM8 dengan Bumi kira-kira adalah delapan setengah kali jarak Bumi dengan Bulan.
Adapun asteroid ketiga yang bakal melintas di dekat Bumi adalah 2019 AG7. Asteroid ini merupakan yang paling besar di antara ketiga benda yang akan melintas di Bumi.
Asteroid 2019 AG7 memiliki diameter 51 meter dan tingginya seperti menara miring Pisa.
Asteroid ini memiliki kecepatan lintas 24.333 kilometer per jam. Letaknya sekitar 1,53 juta kilometer dari Bumi.
NASA memprediksi, asteroid 2019 AG7 ini akan melintas di dekat Bumi pada Rabu 11.43 waktu Selandia Baru.
Asteroid “Tengkorak” Dekati Bumi
Sebelumnya, pada Oktober 2018 lalu, asteroid tengkorak juga menghantui Bumi. Asteroid tersebut disebut dengan julukan “asteroid tengkorak” karena bentuknya yang mirip tengkorak kepala manusia.
NASA sendiri membenarkan bahwa asteroid “hantu” tersebut mendekati Bumi.
Menurut penerawangan para astronom, meski akan melintasi Bumi, bukan berarti manusia bisa melihatnya dengan mata telanjang. Pasalnya, diameter asteroid ini hanya berukuran 2.000 kaki atau setara dengan 600 meter.
Para astronom berpendapat, asteroid yang melewati setiap 3 tahun sekali ini bisa jadi merupakan komet mati. Sebab, volatil (unsur kimia) pada asteroid ini luntur akibat terkena panas matahari.
Sayangnya, para astronom tidak bisa mencari tahu penyebab mengapa asteroid tengkorak tersebut kembali ke orbit Bumi.

