WWW.SINYALMAGZ.COM – Langkah besar dalam pengembangan infrastruktur digital Indonesia resmi dimulai dengan dilakukannya groundbreaking kawasan pusat data khusus kecerdasan buatan (AI Data Center) di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Proyek megah bertajuk AI Campus 2 atau yang diberi kode fasilitas CGK4 ini dikembangkan oleh BDx Data Centers (Big Data Exchange / PT BDx Indonesia), salah satu penyedia layanan colocation dan pusat data terbesar di kawasan Asia Pasifik.
Peruntukan utama dari kawasan ini dirancang khusus sebagai AI Campus untuk menampung workload kecerdasan buatan tingkat tinggi, termasuk proses training, fine-tuning, serta inference model AI skala besar yang membutuhkan daya komputasi dan kepadatan unit pemroses grafis (GPU) sangat tinggi.
Secara keseluruhan, proyek AI Campus CGK4 ini dirancang memiliki kapasitas IT fantastis hingga 640 Megawatt (MW) yang terbagi ke dalam enam gedung utama. Pada pengembangan fase pertama, gedung pertama direncanakan berkapasitas hingga 120 MW dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada awal tahun 2027.
Nilai investasi untuk pengembangan tahap awal ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 3,5 Triliun. Secara keseluruhan, total pendanaan hingga pinjaman indikatif untuk ekosistem AI Campus BDx di Indonesia ini diproyeksikan berada di kisaran Rp 5,7 Triliun hingga mencapai miliaran dolar AS seiring penyelesaian seluruh enam gedung fasilitas tersebut.
Dari sisi teknologi komputasi, fasilitas ini dipersiapkan untuk menangani pemrosesan AI berkinerja tinggi yang menghasilkan suhu sangat panas, sehingga server tidak lagi cukup didinginkan menggunakan kipas udara konvensional (air cooling). Oleh karena itu, BDx mengintegrasikan sistem direct-to-chip liquid cooling yang mengalirkan cairan pendingin langsung ke cold plate GPU dan prosesor.
Desain arsitekturnya juga telah mendukung High-Density Rack yang mampu menampung kerapatan daya ekstrem hingga 500 kW per rak. Selain itu, kawasan ini telah memiliki sertifikasi dan arsitektur berstandar NVIDIA DGX-Ready Colocation Data Center, menjamin kesiapan fasilitas untuk menjalankan kelompok superkomputer GPU modern.
Kebutuhan daya dan aspek keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama dalam operasional kawasan ini. BDx telah mengamankan kepastian alokasi pasokan listrik sebesar 845 MVA dari PLN khusus untuk kawasan CGK4. Pemilihan lokasi di Jatiluhur juga didasari atas upaya mengeksplorasi potensi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta II (PJT II) guna mendukung komitmen green data center.
Berada sekitar 5 kilometer dari Waduk Jatiluhur, fasilitas ini memiliki akses yang sangat memadai terhadap pasokan air industri. Berkat penggunaan sistem liquid cooling yang bersifat sirkulasi tertutup (closed-loop), penguapan air dapat diminimalkan sehingga konsumsi air per MW komputasi jauh lebih hemat dibandingkan sistem pendingin evaporatif terbuka konvensional.(*)
BACA JUGA: Penggunaan Listrik dan Air pada Data Center AI

