Akhirnya Telkom-1 Kembali ke Orang Telkom

Oleh: Garuda Sugardo, IPU

 

Menunggu adalah hal yang membosankan. Manakala penantian berakhir, hadirlah momen kebahagiaan.

Terima kasih Tuhan. Kau t’lah berikan Telkom cahaya harapan.

Rabu, 30 September 2026 sore, rinai hujan membasahi Jakarta. Dan di kesejukan menjelang petang itulah, berlangsung RUPS-LB Telkom yang diselenggarakan secara online.

Agenda pertama adalah persetujuan spin-off aset ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia. Dan agenda pamungkasnya, nan lama dinanti, adalah perubahan susunan pengurus Perseroan.

Komposisi lengkap pengurus baru Telkom Tbk, telah tersebar di pelbagai media. Perombakan tersebut mencakup empat posisi BOD dan dua posisi BOC.

Primadona beritanya tentulah tentang pengggantian posisi Direktur Utama. Dirut Telkom yang sebelumnya diduduki Dian Siswarini, kini dijabat oleh Nanang Hendarno (sebelumnya Direktur Network Telkom).

Selama 16 bulan 3 hari kepemimpinan Dian, kondisi tampak luar dan di dalam Telkom -sayangnya- tidak dalam keadaan baik-baik saja. Suasana kebatinan di kantor korporat, regional maupun di afiliasi perusahaan ibarat tengah demam berkepanjangan.

Jiwa korsa, kebanggaan dan budaya perusahaan Telkom yang dikenal amat militan dan jawara, laksana lunglai disebabkan ketiadaan figur nakoda jagoan.

Bukan karena Dian tidak kapabel, really she is very good manager. Namun size dan kompleksitas PT Telkom kiranya memang tidak pas untuknya. Dimensi jaringan dan ragam layananTelkom dengan puluhan afiliasinya, ditengarai terlalu besar dan amat berat bebannya.

Terima kasih Dian; kebersamaan, pengabdian dan jasamu pasti takkan terlupakan.

Yang tak dinyana dan tak tampak di mata, adalah fenomena “akamsi” (anak kampung sendiri) yang setahun belakangan diam-diam merebak bagai virus yang menyebar ke seluruh benak karyawan berdarah biru Telkom.

Ini Telkom, bung. Sejak peristiwa heroik kepahlawanan 27 September 1945, insannya mewarisi semangat emosional pejuang angkatan muda postel. Telkom senantiasa gegap gempita, penuh dengan semangat dan yel-yel siap bertarung dengan jiwa merah putihnya.

Sebagai patriot dan “orang dalam,” Dirut Nanang kini serius dituntut untuk menghidupkan kembali jati diri Telkom seutuhnya. Menggairahkan elan dan menyalakan lagi obor caraka telekomunikasi Nusantara yang nyaris padam.

Gelora Telkom adalah bak genderang yang ditabuh di seluruh unit kerja Telkom yang tersebar di seluruh pelosok negeri, dari Sabang sampai Merauke.

Telkom Tbk adalah satu-satunya BUMN yang sejak 1995 melantai di bursa New York Stock Exchange (NYSE) Amerika dan dual listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.

Cobalah tengok, berapa harga saham Telkom Tbk dengan kode bursa TLKM, pada penutupan hari RUPS-LB kemarin.  Posisinya adalah Rp2.290,00 per lembar. Tragis.

Padahal di masa kepemimpinan Dian, harga saham TLKM pernah sejenak mencapai level Rp3.770,00 per lembar pada Januari 2026. Alih-alih uptrend, bertahan defensive pun tak mempan. Lalu saham terus bearish perlahan sampai kemarin di sesi penutupan.

Tidak syak lagi, ini adalah potret buram performa industri dan sekaligus bad story dari sebuah perseroan Tbk raksasa, BUMN ternama, bernama PT Telkomunikasi Indonesia. Pertanda layunya kibaran blantika layanan jaringan dan jasa telekomunikasi sebuah bangsa. Ini anomali, pantang terjadi justru di masa transformasi digital dan artificial intelligence (AI) kiwari.

Izinkan saya mengingatkan, bahwa seiring derap langkah Danantara bersama Presiden Prabowo, Indonesia bertekad untuk menegakkan kedaulatan digital bangsa. BUMN Telkom harus menjadi penggerak utamanya. No way!

Adalah tugas Nanang Hendarno, sebagai CEO, untuk tampil dengan penuh percaya diri, memegang komando guna meyakinkan investor, analis dan pasar serta masyarakat luas, bahwa saham TLKM akan segera rebound dan bullish kembali. Ini adalah blue chip stock of Indonesia dan top gainer yang tepercaya.

Saham TLKM harus menjadi kontributor nyata dalam menopang IHSG secara konsisten. Semoga di ulang tahun IPO Telkom ke-31 pada 14 November 2026 mendatang, harga saham TLKM mampu merangkak naik menjangkau level psikologis Rp3.000,00 per lembar.

InsyaAllah, bisa.

Sesuai ekspektasi pasar, Telkom ke depan sangat diharapkan tidak terus selalu menggantungkan garis tangan bisnisnya pada PT Telkomsel semata.

Sembilan direksi dan delapan komisaris di PT Telkom, actually is more than enough. Mereka wajib segera menyalakan mesin-mesin uang yang baru. So, mari kita nantikan kinerja dari new engine PT Infranexia, aksi PT Data Center Ecosystem dan solusi maju Artificial Intelligence dari Telkom Indonesia.

Dirut Ririek Adriansyah (2019 – 2025) telah meninggalkan jejak konsep yang berwawasan ke depan, berupa Strategi Five Bold Moves (FMC, InfraCo, Data Center, B2B Services, dan DigiCo); dan 3 Pilar Digital (Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services).

Penerusnya, Dirut Dian Siswarini (2025 – 2026) secara elegan telah pula mencanangkan program Telkom 30, yang disebutnya sebagai agenda transformasi Telkom sampai 2030. Empat pilarnya: operational excellence/tata kelola, streamlining anak perusahaan, strategic holding, dan unlock value.

Bagi yang faham pertelekomunikasian, khususnya karakter khas Telkom, sebetulnya konsep ala Ririek dan Dian tidaklah beda-beda amat. Yang membuatnya tak sama adalah kemasan terminologi dan era rezimnya.

Ririek beroperasi di era Menteri BUMN Erick Thohir yang kadang susah ditebak maunya; sedangkan Dian bekerja di era Danantara (sejak 24 Februari 2025) yang lebih terbuka dan banyak kreasi langkah kudanya.

Dirut baru, Nanang Hendarno, tidak perlulah membuang-buang waktu dan energi merumuskan strategi “asal tampil beda” dengan pendahulunya. Baik konsep Five Bold Moves ataupun Telkom 30, semuanya kereen layaknya dari dapur konsultan pilihan.

Terapkan strategi eksisting yang dirasa cocok serta berorientasi pada kompetensi unggul insan Telkom Group yang ada. Tumbuhkan sense of belonging dan spirit juang secara totalitas. Berdayakan pula semaksimal mungkin potensi unggul dari Telkom University sebagai wahana membangun SDM digital yang handal dan kompetitif.

Selamat bekerja Nanang Hendarno, 24 ribu karyawan Telkom Group dan 34 ribu purnabaktiwan/wati Telkom Group bangga atas kembalinya patriot “akamsi” menakodai Telkom tercinta. Segenap pensiunan Telkom siap mendukung.

Bangkitlah jiwa korsa Telkom yang penuh integritas dan kesetiaan pada sang Merah Putih. Banggalah melayani pertelekomunikasian Indonesia dengan sepenuh hati. Jadilah garuda pertiwi yang sejati.

Selamat datang pada Direksi dan Komisaris Telkom yang baru, semoga sukses.

Salam Telkom!

 

*) Penulis adalah mantan BOD Telkom, Telkomsel & Indosat BUMN, Anggota Wantiknas RI) Bandung.

BACA JUGA: Tantangan Nanang

 

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled