Alibaba Pacu Pengembangan Chip AI Lokal Zhenwu V900

WWW.SINYALMAGZ.COM –  Saham Alibaba sempat melonjak lebih dari dua kali lipat pada sembilan bulan pertama tahun 2025, seiring bergairahnya kembali pasar saham China yang didorong oleh booming teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama. Saham Alibaba dengan cepat menyentuh titik puncaknya dan kini telah merosot sekitar 45% dari harga tertinggi dalam 52 minggu terakhir, yaitu Rp3,4 juta per lembar saham.

Di balik pergerakan saham yang fluktuatif, raksasa e-commerce dan teknologi ini sebenarnya terus mencatatkan kemajuan secara konsisten. China sedang memainkan strategi jangka panjang dalam pengembangan AI, dan Alibaba mengambil peran penting di dalamnya.

Pada 22 September lalu, Alibaba merilis chip AI terbarunya, Zhenwu V900. Chip ini diklaim memiliki kecepatan hingga tiga kali lipat dibanding generasi sebelumnya dan dirancang untuk mendukung kapasitas pusat data global hingga 20 gigawatt pada tahun 2032. Alibaba memproyeksikan produksi massal chip ini akan dimulai paling cepat pada kuartal pertama tahun 2027.

Setibanya di pasar, Zhenwu V900 diproyeksikan menjadi alternatif domestik utama untuk menggantikan chip buatan Nvidia (NVDA) di China. Pesatnya laju pengembangan chip oleh Alibaba ini memperlihatkan potensi besar untuk mengisi kekosongan pasar yang ditinggalkan Nvidia, selama arah pengembangan perusahaan tidak berubah.

Pada tahun 2025, perusahaan-perusahaan teknologi besar di China mulai berhenti membeli chip AI dari Nvidia akibat memanasnya perang dagang dengan Amerika Serikat. Meskipun pemerintah AS telah menyetujui penjualan chip H200 ke China awal tahun ini, nilai penjualan Nvidia untuk tipe tersebut di pasar China masih belum signifikan.

Pada tahun fiskal 2026, sekitar 9,1% dari pendapatan operasional Nvidia berasal langsung dari China. Mengingat laju pertumbuhan Nvidia yang sangat masif di tingkat global, kehilangan porsi pasar sebesar 9,1% tersebut tampaknya bukan masalah besar, sehingga Nvidia dapat lebih berfokus memenuhi permintaan yang sangat tinggi di pasar domestik Amerika Serikat.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan China kini sepenuhnya beralih ke chip buatan dalam negeri. Kendati performanya masih tertinggal dibandingkan inovasi negara-negara Barat, model-model AI buatan China terbukti tetap mampu bersaing ketat dalam berbagai uji performa (benchmark) di tengah keterbatasan perangkat keras yang ada.

Sejumlah raksasa teknologi China seperti Huawei, Cambricon, dan Baidu berupaya keras merancang chip buatan sendiri demi mengatasi ketergantungan pada Nvidia. Namun, terdapat hambatan teknis yang cukup besar bagi mereka untuk bisa bersaing secara global dalam waktu dekat.

Produsen chip terbesar di China, SMIC, saat ini tidak memiliki akses ke mesin Extreme Ultraviolet (EUV) akibat sanksi dari pihak Barat. Sebagai gantinya, SMIC terpaksa menggunakan teknologi Deep Ultraviolet (DUV) yang biayanya lebih mahal dan proses produksinya lebih lambat. Saat ini, ASML menjadi satu-satunya produsen mesin EUV di dunia, meski China terus berusaha mengembangkan teknologi DUV dan EUV mandiri. China dikabarkan telah memiliki prototipe mesin EUV di Shenzhen, dengan target output chip paling cepat pada tahun 2028.

Karena chip Zhenwu V900 milik Alibaba harus diproduksi di dalam negeri, skala volume dan efisiensi biayanya sangat bergantung pada kapasitas serta yield produksi SMIC, ditambah dengan ketersediaan memori High-Bandwidth Memory (HBM). Jika China berhasil mengembangkan dan meningkatkan skala teknologi EUV domestik lebih cepat dari perkiraan, mereka baru berpotensi memproduksi chip yang kompetitif secara masal pada dekade 2030-an.

Oleh karena itu, banjir chip AI buatan China di pasar global diperkirakan belum akan terjadi dalam waktu dekat. Peluang untuk mulai merebut pangsa pasar baru terbuka sekitar tahun 2030 ke atas. Sektor yang mungkin akan mengalami limpahan produk lebih awal adalah memori RAM dan DRAM, meskipun prosesnya tetap membutuhkan waktu beberapa tahun mengingat permintaan pasar yang masih sangat tinggi.(*)

BACA JUGA: Alibaba Rilis Kacamata AI Quark

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled