Teknologi Kamera MotoGP, Rahasia Siaran Balap Kecepatan Tinggi

WWW.SINYALMAGZ.COM –  Mandalika kembali menggelar MotoGP. Kendati digelar bukan di kawasan perkotaan, namun balap motor tertinggi di dunia ini mampu ditangkap di penjuru dunia.

Ini ta lepas dari teknologi penyiaran (broadcasting) kelas dunia. Dalam setiap balapan, Dorna Sports selaku pemegang hak siar MotoGP mengerahkan sistem kamera onboard (onboard camera) tercanggih untuk membawa penonton merasakan sensasi berkendara pada kecepatan lebih dari 350 km/jam. Untuk menyajikan pengalaman visual yang mendalam, setiap motor dilengkapi dengan empat hingga enam unit kamera mikro HD/4K yang dipasang di berbagai titik strategis.

Di antara berbagai jenis kamera yang digunakan, salah satu yang paling ikonik adalah Gyro Cam (Gyroscopic Camera). Kamera ini memanfaatkan triaxial gyroscope atau sensor tiga sumbu serta motor mikro untuk menjaga garis horison tetap datar. Ketika pembalap memiringkan motornya hingga sudut lebih dari 60 derajat di tikungan, kamera ini berputar secara otomatis sehingga penonton dapat melihat dengan jelas seberapa ekstrem kemiringan motor tersebut.

Selain itu, terdapat pula Shoulder Cam yang dipasang langsung pada bagian bahu baju balap (racing suit) pembalap. Inovasi ini memberikan sudut pandang first-person perspective (POV) seolah penonton berada di dalam kokpit, memperlihatkan detail pergerakan tangan pembalap saat memutar gas, menekan tuas rem, dan memiringkan tubuhnya.

Tak hanya itu, area depan dan belakang motor juga dilengkapi dengan Front Cam dan Rear Cam. Front Cam terpasang di bagian air intake depan untuk menangkap aksi salip-menyalip secara intens, sementara Rear Cam dipasang di bagian buritan atau ekor motor untuk memperlihatkan persaingan sengit dengan pembalap di belakang.

Terakhir, terdapat Under-Footpeg & Wheel Cam, yaitu kamera mikro yang ditempatkan di dekat pasak kaki (footpeg) atau swingarm untuk menangkap kerja keras sistem suspensi dan pergerakan roda secara spontan.

Proses pengiriman video dari motor yang melaju kencang ke layar kaca penonton membutuhkan infrastruktur nirkabel yang sangat rumit. Seluruh kamera terhubung ke sebuah modul kontrol terpusat (onboard processing unit) yang dilengkapi baterai khusus.

Modul ini dirancang sangat ringan, dengan bobot sekitar 1,3 kg, agar tidak mengganggu performa maupun keseimbangan motor. Sinyal video digital dari modul ini kemudian dienkode dan ditransmisikan secara real-time menggunakan pemancar frekuensi radio (RF Transmitter) berkecepatan tinggi.

Untuk menangkap sinyal tersebut, puluhan antena penerima khusus ditempatkan di sepanjang trek. Selain itu, helikopter siaran yang terbang di atas sirkuit turut berfungsi sebagai relai pemancar untuk memastikan sinyal tidak terputus saat motor berada di area yang terhalang bangunan atau bukit.

Sinyal yang ditangkap lalu disalurkan melalui kabel serat optik menuju ruang kontrol utama (Master Control Room) di area TV Compound sebelum disiarkan ke seluruh dunia. Sistem ini juga terintegrasi langsung dengan ECU (Engine Control Unit) motor, sehingga data telemetri seperti kecepatan GPS, RPM, posisi gigi, persentase rem, dan sudut kemiringan dapat ditayangkan secara overlay tepat di atas gambar video secara presisi.

Pengembangan teknologi kamera MotoGP juga menghadapi tantangan teknis yang tidak mudah. Karena tim balap sangat sensitif terhadap berat dan hambatan aerodinamika, lensa dan casing kamera dibuat menggunakan serat karbon (carbon fiber) atau aluminium standar penerbangan.

Kamera-kamera ini dirancang khusus agar tahan terhadap getaran mesin yang kuat, guncangan ekstrem, serta paparan suhu tinggi dari mesin maupun cuaca. Pada balapan kondisi basah (wet race), beberapa kamera luar bahkan dilengkapi dengan mekanisme pembersih otomatis (wiper/roll-off system) untuk melindungi lensa dari cipratan air, oli, dan debu ban.

Melalui kombinasi mekanis, sensor presisi, dan jaringan transmisi canggih, teknologi kamera di MotoGP tidak hanya menghibur pemirsa global tetapi juga menjadi alat analisis vital bagi tim dan pembalap.(*)

BACA JUGA: Motorola Moto G77 Power dengan Baterai 7.000 mAh dan Kamera Sony

 

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled