WWW.SINYALMAGZ.COM – Kegilaan Trump tampaknya tidak akan pernah berhenti. Kali ini ia “bermain” AI dengan menggunakan image generate. Sebuah visual yang diungguh oleh dirinya sendiri di media sosial Truth Social milik Trump jelas menggegerkan.
Foto hasil rekayasa image generate AI yang biasa digunakan oleh banyak orang itu mempertontonkan Trump menggunakan pakaian jubah putih paus dan hiasan kepala kepausan, dengan jari telunjuk terangkat. Setelah melenggang di Truth Sosial, giliran pihak gedung putih menyebarkan video tersebut lewat X di akun resmi Trump. Jadi semakin beredar lah video tersebut.
Gambar itu muncul kurang dari seminggu setelah Trump, yang bukan seorang Katolik, menghadiri pemakaman Fransiskus bulan lalu.
Memang respon terhadap foto AI buatan Trump ini tidak terlalu dianggap serius khususnya dalam kaitan Trump sebagai presiden AS. Bahkan juru bicara Vatikan Matteo Bruni menolak berkomentar tentang masalah itu.
Namun tetaplah lelucon Trump ini mendapat reaksi. “Tidak lucu, Tuan,” tulis Kardinal Pablo Virgilio David, pria Filipina berusia 66 tahun, dalam sebuah unggahan di Facebook.
Kardinal Timothy Dolan, Uskup Agung New York, juga bersikap kritis saat ditanyai oleh wartawan sebelum menyampaikan misa di Roma. Senada dengan itu, Pastor Gerald Murray, seorang pendeta dari Keuskupan Agung New York, mengatakan bahwa unggahan Trump itu, “konyol… Anda tidak boleh melakukan itu.”
Mantan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, mengecam gambar tersebut karena menyinggung orang-orang beragama Katolik.
“Ini adalah gambar yang menyinggung orang-orang beriman, menghina lembaga, dan menunjukkan bahwa pemimpin dunia sayap kanan senang bercanda,” tulisnya di X.
Unggahan Trump menarik perhatian media Italia. “Kekanak-kanakan” adalah kata yang digunakan oleh harian Italia La Repubblica, yang menuduh presiden tersebut memiliki “kegilaan patologis.” Gambar tersebut juga memicu reaksi keras di antara kelompok Katolik di AS. Konferensi Katolik Negara Bagian New York, yang menggambarkan dirinya mewakili para uskup di New York, mengatakan dalam sebuah unggahan di X, “Tidak ada yang pintar atau lucu tentang gambar ini, Tuan Presiden. ”
Namun Gedung Putih membela Trump sebagai pihak yang pro-Katolik. “Presiden Trump terbang ke Italia untuk memberi penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus dan menghadiri pemakamannya, dan dia telah menjadi pejuang setia bagi umat Katolik dan kebebasan beragama,” kata sekretaris pers Karoline Leavitt.
Orang-orang lain di lingkaran Trump menekankan bahwa itu hanya lelucon. “Saya seorang Katolik. Kami semua telah membuat lelucon tentang pemilihan Paus mendatang sepanjang minggu. Itu disebut selera humor,” tulis aktivis sayap kanan Jack Posobiec di X.
Memang ini bukan pertama kalinya Trump memicu kontroversi dengan citra yang dihasilkan AI. Dia menghadapi reaksi keras setelah mengunggah rekaman yang membayangkan Gaza yang dilanda perang sebagai resor seperti negara Teluk yang menampilkan patung emas dirinya sendiri.
AI di otak orang-orang seperti Trump boleh jadi hanya tools untuk membuat canda. (*)
