BlackBerry Kini Menjadi Boneka Utama di Era Robotika dan Otomasi

WWW.SINYALMAGZ.COM –  Bagi sebagian besar orang, nama BlackBerry selalu mengungkit kenangan nostalgia tentang ponsel pintar dengan papan ketik physical QWERTY yang ikonik dan layanan BlackBerry Messenger (BBM). Namun, kisah BlackBerry tidak berhenti di masa kejayaan telepon genggam tersebut.

Setelah resmi menghentikan produksi perangkat keras dan mematikan dukungan untuk sistem operasi BlackBerry OS pada Januari 2022, perusahaan asal Kanada ini telah sepenuhnya mentransformasi diri menjadi raksasa perangkat lunak (software) B2B yang berfokus pada dua sektor krusial, yaitu Internet of Things (IoT) dan Keamanan Siber (Cybersecurity).

Kini, BlackBerry menancapkan kuku bisnisnya sebagai pemain kunci dalam era baru teknologi yang dikenal sebagai Physical AI, sebuah perpaduan antara perangkat keras canggih, kecerdasan buatan, dan perangkat lunak navigasi modern.

Bisnis inti BlackBerry saat ini disokong oleh tiga pilar utama secara global. Pilar pertama adalah portofolio BlackBerry QNX di sektor sistem operasi otomotif dan IoT, sebuah sistem operasi real-time yang sangat aman untuk fungsi-fungsi kritis (safety-critical) seperti sistem pengereman, kluster instrumen digital, hingga fitur kemudi semi-otonom (advanced driver-assistance systems / ADAS) yang kini telah tertanam di lebih dari 275 juta kendaraan di seluruh dunia.

Pilar kedua adalah solusi keamanan siber komprehensif bagi korporasi dan pemerintah yang mencakup Cylance AI untuk pencegahan malware dan ransomware secara proaktif, BlackBerry AtHoc sebagai sistem komunikasi darurat tinggi, serta Unified Endpoint Management (UEM) untuk mengamankan perangkat kerja karyawan.

Sementara pilar ketiga bertumpu pada monetisasi dan lisensi paten, di mana BlackBerry memanfaatkan ribuan paten kunci terkait teknologi nirkabel dan jaringan untuk menghasilkan pendapatan berkelanjutan.

Meskipun fondasi QNX dibentuk melalui industri otomotif, BlackBerry kini mengekspansi teknologi tersebut ke ranah robotika sebagai motor pertumbuhan baru. CEO BlackBerry, John Giamatteo, dalam wawancaranya dengan CNBC mengungkapkan bahwa robotika telah menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di dalam divisi perangkat lunak mereka.

Ia menegaskan bahwa aplikasi di sekitar robotika, instrumen medis, dan otomasi industri mewakili peluang pertumbuhan yang sangat luar biasa di mana portofolio QNX berada dalam posisi yang sangat strategis. Berbeda dengan sorotan media yang kerap berfokus pada humanoid robot, BlackBerry memilih fokus pada robotika industri dan medis, seperti robot navigasi pergudangan, forklift otomatis, peralatan medis canggih, hingga otomasi pabrik manufaktur. Untuk memperkuat posisinya, BlackBerry juga telah memperluas kemitraan dengan Nvidia untuk menerapkan perangkat lunaknya bersama sistem Nvidia pada berbagai teknologi robotika dan aplikasi industri.

Pergeseran fokus ke sektor otomasi dan Physical AI ini membawa angin segar bagi kinerja keuangan perusahaan, terlihat dari saham BlackBerry yang mengalami lonjakan hingga dua kali lipat dalam setahun terakhir seiring berlanjutnya peningkatan margin dan profitabilitas.

Saat ini, BlackBerry mengantongi backlog pesanan untuk portofolio QNX senilai 950 juta dolar, dengan porsi signifikan yang disumbangkan oleh sektor robotika. Giamatteo optimistis bahwa pergeseran industri menuju otomatisasi akan berlangsung masif dalam waktu dekat dan mengekspresikan antusiasmenya menyambut peluang besar di depan mata. (*)

BACA JUGA: Review Clicks Keyboard Sensasi Ketik Blackberry di iPhone

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled