Demi Jegal Proposition 40, Sergey Brin Kucurkan Donasi Rp1,8 Triliun

WWW.SINYALMAGZ.COM –  Pendiri Google, mantan bos Uber, hingga sutradara Hollywood kini punya satu musuh bersama: Proposition 40. Aturan baru di California ini mengincar pajak 5% dari kekayaan para miliarder untuk mendanai sektor kesehatan dan pendidikan. Namun, alih-alih mereda, wacana ini justru memicu eksodus jutaan dolar keluar dari California. Inilah dinamika perseteruan panas antara pajaknya orang kaya dan masa depan perekonomian The Golden State.

Dan di garda depan ada Sergey Brin. Ia telah menyumbangkan total Rp1,81 triliun kepada Building a Better California. Kelompok aksi politik (PAC) dan organisasi advokasi ini aktif menolak wacana pajak miliarder di California, sembari mendukung kebijakan yang pro-bisnis serta keterjangkauan hunian dan infrastruktur.

Laporan kampanye menunjukkan total dana untuk menjegal pajak ini telah menembus Rp3,33 triliun, menjadikan Brin sebagai penyumbang tunggal terbesar dalam gerakan perlawanan tersebut. Di sisi lain, total sumbangan yang mendukung rancangan undang-undang ini baru mencapai sekitar Rp569,6 miliar.

Proposisi 40 (Prop 40), yang akan dipungut suaranya pada pemilu November mendatang, mengusulkan pajak satu kali (one-time tax) sebesar 5% bagi 200 miliarder di California. Sekitar 90% dari potensi penerimaan pajak ini akan dialokasikan untuk program layanan kesehatan negara bagian, sementara 10% sisanya disalurkan ke sektor pendidikan, bantuan pangan, dan biaya administrasi. Brin, yang memiliki kekayaan bersih mencapai hampir Rp4.628 triliun, diperkirakan harus membayar sekitar Rp231,4 triliun jika aturan ini disahkan.

Sebagai negara bagian dengan populasi terpadat di AS, California menjadi pusat perdebatan mengenai fenomena K-shaped economy—kondisi di mana jurang pemisah antara kelompok kaya dan masyarakat kurang mampu kian melebar. Meskipun memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp71.200 triliun —hampir setara dengan nilai perekonomian Inggris—sekitar 18% penduduk California masih hidup di bawah garis kemiskinan. Angka kemiskinan ini menjadi yang tertinggi di Amerika Serikat, salah satunya dipicu oleh tingginya biaya hidup di sana.

Inisiatif pajak ini memicu perlawanan sengit dari sejumlah jajaran pengusaha kaya California. Mantan CEO Google Eric Schmidt dan co-founder PayPal Peter Thiel diketahui turut mengucurkan dana ke organisasi yang menolak kebijakan tersebut. Brin bahkan membandingkan usulan pajak ini dengan masa kecilnya di Uni Soviet yang sosialis.

“Saya dan keluarga melarikan diri dari paham sosialis pada tahun 1979. Saya tahu betul betapa menyengsarakan dan penindasnya tatanan masyarakat yang diciptakan Uni Soviet saat itu. Saya tidak ingin California berakhir di kondisi yang sama,” ujar Brin dalam keterangannya kepada New York Times pada April lalu.

Gubernur California Gavin Newsom turut berdiri di barisan para miliarder teknologi untuk menentang kebijakan ini. Ia berargumen bahwa pajak tersebut justru akan merugikan California karena mengikis basis penerimaan pajak negara bagian, yang pada akhirnya memangkas anggaran vital untuk layanan publik.

“Faktanya, kebijakan ini justru akan mengurangi investasi di bidang pendidikan,” tegas Newsom dalam wawancaranya dengan Bloomberg Businessweek awal tahun ini. “Alokasi dana untuk guru, pustakawan, dan perawatan anak akan tergerus, begitu pula untuk pemadam kebakaran dan kepolisian.”

Perlawanan terhadap Prop 40 pada akhirnya berpotensi menjadi self-fulfilling prophecy (ramalan yang terwujud akibat kekhawatiran itu sendiri). Para miliarder, termasuk Brin, mulai memindahkan entitas bisnis mereka keluar dari California menuju negara bagian yang tidak menerapkan pajak kekayaan. Dokumen resmi menunjukkan Brin kini mendaftarkan Nevada sebagai domisili tinggal resminya.

Larry Page, yang mendirikan Google bersama Brin, juga telah mengalihkan sejumlah asetnya dari California. Salah satunya adalah family office miliknya, Koop, yang resmi didaftarkan di Delaware pada Desember 2025. Langkah serupa diambil oleh Oceankind, yayasan nirlaba sains kelautan yang didirikan oleh istri Page, Lucy Southworth; organisasi ini diikutsertakan di Delaware pada periode yang sama. Sementara itu, Brin dilaporkan membeli rumah mewah senilai Rp907,8 miliar di dekat Miami Beach pada bulan Maret.(*)

BACA JUGA: Daftar 5 Nama Pebisnis IT Terkaya Sejagad versi Forbes

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled