WWW.SINYALMAGZ.COM – Langkah tegas diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ketika proyek pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI Data Center) milik BDx Indonesia, fasilitas CGK4 Jatiluhur yang berlokasi di Purwakarta, mendadak dihentikan. Keputusan penundaan sementara ini berawal dari inspeksi mendadak (sidak) yang dipimpin langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi.
Langkah ini diambil karena pihak pengembang ketahuan telah memulai pekerjaan fisik di lapangan sebelum izin-izin dasar kelayakan lingkungan dan bangunan resmi diterbitkan oleh pihak berwenang.
Di balik penghentian proyek raksasa tersebut, terdapat persoalan mendasar yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Penyebab utama penundaan ini adalah belum diselesaikannya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta belum terbitnya izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Masalah ini menjadi semakin sensitif karena operasi data center AI menggunakan teknologi pendingin cair (liquid cooling) yang membutuhkan pasokan air skala besar, yakni diperkirakan mencapai 6.000 meter kubik per hari pada tahap awal. Pemprov Jabar menyoroti potensi risiko kekeringan dan dampaknya bagi pasokan air warga serta ekosistem Waduk Jatiluhur jika tidak dikaji secara cermat.
Meskipun Pemprov Jabar menegaskan tetap mendukung iklim investasi, kepatuhan regulasi tetap menjadi syarat mutlak yang tidak boleh dilangkahi, sehingga peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilakukan pada 22 September 2026 tidak bisa melompati kewajiban hukum yang ada.
Sebelum badai perizinan ini menerpa, proyek pengerjaan kampus AI ini sebenarnya bergerak sangat pesat. Dengan nilai investasi tahap awal mencapai sekitar Rp3,5 triliun—dari total komitmen bernilai sekitar 320 juta dolar—BDx Indonesia telah menyiapkan rancangan besar.
Kemitraan daya listrik pun telah diamankan dari PLN dengan kapasitas komitmen hingga 1,2 GVA/GW untuk mendukung jaringan data center mereka di Indonesia. Setelah acara groundbreaking diselenggarakan pertengahan September, pengembang menargetkan operasional tahap pertama untuk Gedung 1 berkapasitas 120 MW dapat dimulai secara bertahap pada awal 2027.
Lantas, siapa sebenarnya aktor di balik proyek berteknologi tinggi ini?
Big Data Exchange (BDx) merupakan penyedia layanan colocation dan data center skala regional Asia-Pasifik yang berkantor pusat di Singapura. Secara global, BDx disokong oleh I Squared Capital, sebuah perusahaan ekuitas swasta global yang mengelola berbagai aset infrastruktur dunia.
Sementara untuk pasar domestik, BDx Indonesia beroperasi sebagai entitas usaha patungan (Joint Venture) yang menggabungkan kekuatan BDx (I Squared Capital) bersama operator telekomunikasi nasional Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan PT Aplikanusa Lintasarta.
Fasilitas CGK4 Jatiluhur sendiri dirancang dengan kapasitas dan spesifikasi teknis yang tidak main-main. Kampus AI ini disiapkan untuk menampung komputasi AI berkerataan tinggi (high-density AI compute/GPU) dengan total rencana kapasitas daya IT mencapai 640 Megawatt (MW).
Setiap rak didesain mendukung kepadatan hingga 500 kW per rak, sangat ideal untuk kluster GPU modern kelas atas seperti Nvidia GB200. Dengan arsitektur pendingin Direct-to-Chip Liquid Cooling, fasilitas ini mampu menangani pemrosesan dan penyimpanan data dalam skala Exabyte yang diperuntukkan bagi pelatihan model-model Generative AI (LLM).
Jika kendala perizinan ini dapat diselesaikan sesuai aturan, keberadaan pusat data ini menjanjikan dampak finansial dan strategis yang signifikan. Bagi BDx Indonesia, keberadaan CGK4 Jatiluhur memperkuat posisi mereka sebagai AI Factory terbesar di Asia Tenggara yang siap memikat para raksasa teknologi dunia (hyperscaler) seperti Google, Microsoft, dan AWS, sekaligus menjamin pendapatan berkelanjutan lewat kontrak sewa jangka panjang.
Sementara bagi Jawa Barat dan Kabupaten Purwakarta, investasi jumbo triliunan rupiah ini menjadi injeksi modal segar yang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi PBG, pajak bangunan, hingga penjualan air bersih industri. Selain itu, proyek ini berpotensi menyerap tenaga kerja teknis lokal dan memperkokoh posisi Jawa Barat sebagai pusat hub teknologi digital terdepan di kawasan regional.(*)
BACA JUGA: IOH, Lintasarta dan BDX Kolaborasi Bangun Data Center
