VIRAL! Bocah SD Ini Tetap Sekolah di Indonesia, Meski Rumahnya di Malaysia

SINYALMAGZ.com – Kisah Nursaka, bocah yang melintasi perbatasan Malaysia – Indonesia setiap hari hanya untuk pergi ke sekolah, viral di media massa. Nursaka sendiri baru berusia 8 tahun, dan baru duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD) Negeri 03 Sontas, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Perjuangan Nursaka untuk bisa pergi ke sekolah setiap harinya cukup panjang. Betapa tidak, dari rumahnya yang berlokasi di desa Tebedu, Malaysia, ia harus berjalan sekitar 200 meter hanya untuk mencari tumpangan bersama ayahnya, Darsono.

Setelah mendapat tumpangan, ia akan diantarkan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Entikong. Jauhnya perjalanan memakan waktu hingga 10 menit dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer.

Bocah yang masih duduk di kelas 3 SD ini pun lalu menyeberangi batas negara melewati konter pemeriksaan dokumen imigrasi.

Di sisi seberang, sudah menunggu ibu ojek langganannya yang akan mengantar Nursaka ke sekolahnya. Yang jarak tempuhnya sekitar 4 hingga 5 kilometer.

Begitulah, setiap hari Nursaka harus pulang-pergi 14 hingga 15 kilometer hanya untuk tetap bisa sekolah di Indonesia.

Lantas, mengapa ia tidak bersekolah di Malaysia saja?

Nursaka

Dilansir dari laman Kompas.com, Kamis (20/9/2018), Darsono, ayahnya, menuturkan bahwa ia menyekolahkan anaknya itu di Entikong demi kemudahan mendapatkan akses pendidikan seperti warga Indonesia lainnya.

Jika harus menyekolahkan Nursaka di Tebedu, banyak syarat khusus yang harus dipenuhi.

Ia juga memiliki harapan besar terhadap putra sulungnya itu. Bagaimanapun kondisinya, ia akan berupaya agar Nursaka tetap bisa bersekolah.

“Kehidupan kami di sini sudah susah, bertani menumpang kebun punya orang. Di Entikong pun kita sudah tidak punya apa-apa lagi. Jadi, bagaimana pun saya upayakan Saka harus bisa tetap sekolah di tempat kita sendiri, di Indonesia.”, ujar sang ayah.

Sementara itu, Saka sendiri mengungkapkan alasan sederhana mengapa ia menuruti keinginan orang tuanya untuk sekolah di Indonesia.

“Karena saya warga Indonesia.”, jawab Nursaka.

 

Halaman selanjutnya:

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled