Survei: Kematian Akibat Berjalan Kaki Sambil Main Ponsel Jadi Yang Tertinggi Dalam 30 Tahun

SINYALMAGZ.com – Bukan hanya saat menyetir saja kita tidak boleh menggunakan ponsel, bahkan ketika berjalan kaki pun menggunakan ponsel bisa berbahaya. Pasalnya, menggunakan ponsel ketika berjalan kaki juga bisa menyebabkan kematian.

Dilansir dari The Wall Street Journal, Rabu (6/2/2019), pada tahun 2018 lalu, angka kematian pejalan kaki naik hingga 6.227 korban akibat kecelakaan. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam 30 tahun terakhir.

Angka tersebut pun statistiknya menjadi yang tercepat jika dibandingkan dengan kecelakaan terkait lalu-lintas lainnya.

Sejak tahun 2009, di mana sistem operasi iOS dan Android diperkenalkan, dalam 8 tahun angka kecelakaan pejalan kaki naik hingga 45 persen.

Jadi, angka kematian akibat terlalu lalai dalam berjalan kaki kini sudah tidak bisa diabaikan lagi.

Menurut yayasan non-profit, Governors Highway Safety Association, beberapa hal yang bisa diubah agar para pejalan kaki dapat lebih awas, seperti memperbaiki pencahayaan di tempat yang rawan kecelakaan, serta memberi sinyal merah tanda bahaya di penyeberangan jalan.

Namun, semua itu seharusnya tidak perlu dilakukan jika kita berjalan tanpa melihat ke ponsel, tetapi lebih melihat lingkungan sekitar.

Efek Buruk Smartphone ke Otak dan Tubuh Manusia

Tak bisa dipungkiri, smartphone merupakan gadget praktis yang mudah dibawa kemana-mana. Selain bisa membantu mempermudah pekerjaan, terdapat pula suatu kebanggaan jika bisa memiliki smartphone tipe terbaru.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, smartphone juga dapat mempengaruhi kesehatan psikologis penggunanya.

Dilansir dari Lifehack, Rabu (6/3/2019) berikut adalah fakta yang perlu kamu waspadai mengenai smartphone.

1. Interaksi Sosial

Penggunaan smartphone dapat membunuh mood dan kenyamanan hati penggunanya, terutama jika berada di dalam grup percakapan.

Hal tersebut bisa menyita perhatian penggunanya daripada lingkungan sekitar.

Jelas hal ini akan mengurangi kemampuan kognitif dalam bersosialisasi dengan orang lain, bahkan bisa membuat seseorang menjadi pribadi yang tertutup.

 

Halaman selanjutnya:

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled