RUPSLB Telkom 16 September 2025, Lanjutan Bulan Madu yang Berakhir Sendu

Oleh: Garuda Sugardo, IPU (Alumni Telkom)

Minggu yang lalu masyarakat bertanya-tanya, ada apa dengan penundaan RUPSLB Telkom yang sedianya diselenggarakan pada hari Rabu, 3 September 2025.

Rencananya RUPS secara online tersebut dimulai pada jam 14:00 WIB, namun sekitar 12 menit sebelum acara dimulai, Corporate Secretary Telkom mengeluarkan rilis tentang penundaan rapat. Kendati atas nama “keterbukaan informasi” tiada sebab atau alasan yang dibuka.

Ditanya awak media, orang nomor satu Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa penundaan RUPSLB Telkom tersebut adalah proses yang biasa dan diperlukan penyempurnaan. Ia memastikan acara tersebut akan segera dilaksanakan.

Dan benar dua hari berselang kemudian, Telkom merilis pengumuman bahwa RUPSLB (“penyempurnaan”) akan diselenggarakan pada hari Selasa, 16 September 2025 jam 11.00 wib.

Terkait RUPSLB tanggal 3 September (yang batal), sesuai ketentuan bursa efek, Telkom mengeluarkan pemberitahuan rencana RUPS LB tersebut 5 minggu sebelum hari-H; tepatnya pada 30 Juli 2025.

Pemanggilan RUPS sebagai undangan kepada para pemegang saham, kemudian dikeluarkan Telkom pada 12 Agustus 2025, atau 3 minggu sebelum gelaran.

Saya boleh bersaksi, bahwa sampai pukul 13:00, tampaknya event saat itu akan berjalan lancar-lancar saja. Bagaimanapun, perencanaan dan persiapan RUPSLB telah dilakukan paling tidak satu bulan sebelumnya. Logikanya amat cukup waktu untuk menyiapkan agenda tunggal rapat, yakni perubahan pengurus perseroan.

Selama 30 tahun Telkom berstatus Tbk, betapapun krusial kondisi obyektifnya, penyelenggaraan RUPS-nya selalu terlaksana sesuai rencana. Maka, bila kemudian muncul spekulasi bahwa ada skenario besar di balik penundaan RUPS secara mendadak sesaat sebelum sidang dimulai, amat bisa dimaklumi.

Perkiraan awam sebelumnya, Rapat agaknya akan berlangsung singkat. Jumlah BOD ada 9 orang, sedangkan BOC 8 orang, jadi setelah ditetapkan penambahan 1 komisaris independen, maka tok! rapat ditutup. Nominasi calon inilah yang kira-kira menjadi peyebabnya. Isu satu tutup.

Terkait pidato Presiden Prabowo pada Sidang Tahunan MPRRI tanggal 15 Agustus 2025 silam; kita simak bersama, Presiden dengan sengit mengkritisi jumlah komisaris BUMN yang bejibun, tantiemnya gendut dan jarang rapat. Lalu muncul dugaan, oh kalau begitu Danantara akan memangkas jumlah BOC dan megempiskan pelbagai tunjangan finansial yang aduhai bagi para pengurus Telkom melalui RUPSLB. Untuk itu, perlu kompromi di belakang layar, maka ditundalah rapat. Isu kedua selesai.

Isu ketiga yang menjadikan penundaan RUPS LB Telkom adalah terkait Keputusan Mahkamah Konstitusi tanggal 28 Agustus 2025 yang melarang wakil menteri merangkap jabatan sebagai komisaris di lingkungan BUMN. Walaupun ketentuan tersebut memberi tenggat penyesuaian waktu 2 tahun; bagi Telkom Tbk yang dual listing di NYSE New York dan BEI Jakarta, segala yang cepat dan terbaik mungkin saja terjadi.

Jadi, kita terima baik pernyataan CEO Danantara yang menyatakan bahwa penundaan RUPS LB Telkom minggu lalu sebagai hal yang biasa saja, atau lebih tepatnya sewajarnya dilakukan.

Tapi kejadian di bawah ini sungguh bukan hal yang biasa, khususnya bagi insan Telkom Group.

Tanggal 5 September 2025 adalah hari raya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang seperti biasanya diperingati dengan penuh syukur dan keteladanan akhlak oleh umat Islam.

Nah, di hari libur tersebut, siang hari setelah bada sholat Jumat, seluruh WAG warga Telkom dikejutkan berita tentang pengunduran diri Henry Christiadi dari posisinya sebagai Direktur Human Capital Management (HCM).

Dan pada hari itu pula, Corporate Secretary Telkom gercep melaporkan perihal pengunduran diri tersebut kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, disertai keterangan tidak berdampak secara material terhadap kelangsungan usaha maupun operasional perseroan. Semoga begitu.

Banyak sejawat yang menyesalkan pengunduran diri Henry dari posisinya sebagai DirHCM. Saat ini, sesungguhnya karyawan amat mengandalkan Henry akan segera membereskan sistem pembinaan SDM berbasis meritokrasi, kaderisasi yang fair dan penerapan carrier planning. Begitu pula puluhan ribu purnabaktiwan Telkom, sudah capek menanti perbaikan sistem manfaat pensiun dan bosan menonton sengkarut di dalam organisasi pensiunannya.

Kita hormati yang telah terjadi. Henry yang mantan Wakil Rektor Telkom University dan pegiat pesantren itu, tentu punya pertimbangan sendiri. Dia dikenal menjunjung tinggi akhlak dan bukan tipikal eksekutif yang mengagungkan jabatan.

Ada apalagi nih? Oh, mudah-mudahan rumor yang keluar dari cerobong asap dapur perusahaan hoaks belaka. Benarkah bahwa kekompakan di kalangan direksi Telkom sekarang adalah barang mahal?

Sas-susnya, tak semudah teori bagi CEO Dian Siswarini yang mantan Dirut XL Axiata, me-manage anggota direksi yang mantan dirut BUMN. Samar-samar komunitas juga melihat, di antaranya ada pula yang sibuk dengan panggungnya sendiri. Wallahualam.

Demi kesejukan suasana dan l’esprit de corps, mudah-mudahan kita akan mendapat klarifikasinya.

Bagi direksi yang berasal dari luar perseroan, wajar bila sebagai “new kids on the block” mereka memerlukan masa orientasi dan penyesuaian terhadap kultur, style dan moda bisnis Telkom Group yang full network and digital services provider. Kita bijak memaknai, bahwa penempatan mereka bereempat oleh Danantara adalah dimaksudkan untuk memperkaya wawasan dan mempercepat proses capital gain Telkom menuju Indonesia Emas 2045.

Mengapa kurun 100 hari direksi Telkom 2025 ini berlabuh “sendu?” Ibarat pengantin baru, seyogyanya ini adalah masa bulan madu yang indah seraya penuh kasih merajut harapan dan cita-cita dalam membangun masa depan perusahaan yang gemilang.

Telkom Tbk memiliki 8 orang komisaris. Lepas dari background dan kompetensi mereka di bidang telekomunikasi, TIK dan digital; posisi mereka di luar perseroan bukanlah kaleng-kaleng.

Sesuai tupoksinya, “komisaris” adalah pengawas, pengontrol dan penasehat terhadap keseharian kiprah direksi dan derap perusahaan.

Di bawah supervisi komisaris lah segala permasalahan usaha dan dinamika ketidakharmonisan internal (bila ada) berharap terselesaikan dengan baik dan kondusif.

Itulah sebab Presiden Prabowo menginginkan agar komisaris BUMN harus lebih aktif dan rapat BOD-BOC tidak hanya dikakukan sebulan sekali.

RUPSLB Telkom Tbk selanjutnya dijadwalkan kembali pada tanggal 16 September 2025, jam 11.00 wib. Menilik waktunya, sepertinya gelaran akan berlangsung singkat, karena ada waktu isoma pada jam 12.00.

Tapi dari bocoran info sana-sini yang bersliweran; sepertinya, selain penunjukan Dir HCM Telkom pengganti, akan ada pula reshuffle pada sejumlah posisi termasuk di afiliasi perseroan.

Sabar menunggu sampai waktunya. Apapun yang akan terjadi, kita sama berharap Telkom Indonesia harus tetap jaya dan berjaya untuk selamanya.

Mari bahanakan kembali semangat juang patriot Indonesia, Telkom yang kompak-cergas-dan kreatif menuju Indonesia Emas 2045.

Are you ready? BISA! Salam TELKOM.(*)

BACA JUGA: Prospek Telkom dalam Naungan Danantara

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled