Situsnya Sempat Down, Ini Penjelasan Kemkominfo

SINYALMAGZ.com РSebelumnya dilaporkan bahwa situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tidak bisa diakses sejak Selasa pagi kemarin (12/2/2019). Namun, per pukul 10.53 WIB, situs Kemkominfo sudah pulih dan dapat diakses kembali.

Terkait hal tersebut, Kemkominfo pun akhirnya angkat bicara.

Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu, membenarkan bahwa situs www.kominfo.go.id kini sudah dapat diakses kembali oleh publik pukul 10.30 WIB.

“Sebelumnya, pada hari Senin pukul 14.30 WIB terjadi kegagalan fungsi sistem virtualisasi server Data Center Kementerian Komunikasi dan Informatika. Penyebabnya adalah salah satu host mengalami crash.“, ujar pria yang kerap disapa Nando itu.

Adapun layanan situs yang sempat terdampak antara lain situs kominfo.go.id, e-PPID, infopublik.id, dan balitbangsdm.kominfo.go.id.

Sebenarnya, situs Kemkominfo sempat pulih pada pukul 15.30 WIB sampai Selasa (12/02/2019) pukul 05.00 WIB, namun kemudian terjadi lagi crash yang menyebabkan situs tersebut tidak bisa diakses kembali.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas gangguan beberapa jam tersebut.”, tandas Nando.

Sebagai informasi, situs Kemkominfo menyediakan beragam informasi terkini tentang aktivitas Kementerian Komunikasi dan Informatika yang terdiri dari beragam fitur seperti berita, beragam layanan pemerintah, non-pemerintah, perizinan, sertifikasi, aduan konten, informasi publik, serta regulasi.

Situs yang beralamat kominfo.go.id tersebut mulai tumbang sejak Selasa pagi pukul 9.00 WIB.

Pada laman situs tersebut, hanya menampilkan tulisan ”500 Internal Error’ ‘Maaf halaman situs yang Anda cari tidak dapat ditemukan. Silahkan periksa kembali alamat situs yang ingin Anda kunjungi”.

Kalimat tersebut juga disertai animasi berlambang logo Kemkominfo.

Kemkominfo Beberkan 175 Konten Hoax Sepanjang Januari 2019

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah mengumumkan 175 konten hoax yang tersebar di internet dan media sosial sepanjang Januari 2019. Pemantauan ini dilakukan oleh Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Infomatika.

Berdasarkan pemantauan, rata-rata ditemukan 4 – 6 konten hoax yang membahas beragam isu.

Dari siaran pers resmi Kemkominfo pada hari Rabu (6/2/2019), jumlah hoax paling banyak ditemukan pada tanggal 22 Januari 2019, yakni 11 konten.

Salah satu hoax yang paling banyak beredar selama Januari 2019 adalah seputar Pemilu 2019, dengan jumlah mencapai 81 temuan. Beberapa hoax tersebut di antaranya adalah temuan tujuh kontainer surat suara di Tanjung Priok, isu PKI, ijazah, hingga simbol jari.

Sementara hoax yang berkaitan dengan peristiwa sebanyak 22 konten. Di antaranya termasuk aksi bunuh diri di Sukorajo, video orang yang hidup kembali setelah dimakamkan empat hari, dan pembayaran biaya pendidikan dengan OVO mendapat cashback 60 persen.

Adapun dari sisi pemerintahan, hoax yang beredar mencapai 13 konten. Hoax tersebut berisi informasi bahwa Kementerian Agama memberi “lampu hijau” pada LGBT, pengangkatan honor K2 menjadi PNS, razia STNK, dan lowongan kerja di rumah sakit.

Hoak seputar isu agama juga ditemukan ada sebanyak 9 konten. Termasuk informasi berkaitan dengan muslim Ughyur, larangan salat jumat di perusahaan Tiongkok, hingga ceramah Said Aqil Siradj dalam acara internal Muslimat Nadhatul Ulama (NU).

Selain itu, persoalan bencana alam, makanan, hingga tokoh publik juga tidak luput dari hoax. Informasi palsu seputar bencana alam berkaitan dengan angin kencang di Ancol, potensi gempa 8 SR, banjir Katulampa, hingga gempa susulan di Jawa Barat.

Sementara untuk tokoh publik yang paling banyak dimunculkan dalam hoax sepanjang Januari 2019 adalah Presiden Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Ustadz Arifin Ilham.

 

Halaman selanjutnya:

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled