Bule Ini Akui Tukang Service Handphone di Mall Ambasador Lebih Jago Dibanding di Singapura

SINYALMAGZ – Siapa sangka jika tukang service handphone di Indonesia memiliki kemampuan yang lebih baik jika dibandingkan dengan teknisi dari negara lain, khususnya Singapura. Kenyataan ini mengemuka ketika seorang turis asing dengan akun Facebook @Nik Semenov menuliskan pengalamannya saat service handphone di Singapura dan Jakarta.

Mungkin cerita curahan hati seorang turis ini akan menyadarkan kita bahwa teknisi handphone di Indonesia memiliki keahlian yang lebih unggul dari teknisi luar.

Berikut curahan hati @Nik Semenov, dimana ia menulis status tentang pengalamannya saat service handphone di Jakarta dan Singapura.

Jakarta vs Singapore: In Spor they have tried to fix my phone for 1 hour, 2 people. Finally came to conclusion that I need to send it to China, it will take 3 weeks to fix and cost SGD 400. In Jkt in Ambass mall: 30 min, one guy 17 years old, for idr 750k (usd 50) fixed my problem in 30 min, gave 30 days warranty and free juice while I was waiting. Not that bad in Big Durian.”, tulis Nik.

Tentu saja status Nik tersebut dikomentari oleh teman-temannya, termasuk orang dari Indonesia.

Akun @Retna Sri Karminingsih berkomentar: “This is so funny I had that experience same before #foreverambass.”

Bahkan akun bernama @Nick Dzivakou mengatakan bahwa Mall Ambasador adalah yang terbaik, bisa memperbaiki segalanya. “Amb is the best, true. Fixing whatever you give them;).”, tulis Nick Dzivakou.

Nik Semenov sendiri merupakan turis yang berasal dari Saint Petersburg, Russia. Dia bergelar S2 (MSc) Strategic Management dari HEC Paris.

Dalam statusnya tersebut, Nik membandingkan apa yang dia temui saat handphone-nya rusak.

Ia bercerita bahwa ia pernah melakukan service handphone di Singapura. Di sana, ia membutuhkan sekitar dua orang untuk satu handphone, dan memakan waktu 1 jam lamanya.

Namun dua orang itu tidak berhasil, dan malah menyuruh Nik mengirimnya ke China, produsen handphone tersebut. Padahal untuk mengirimnya, Nik perlu waktu selama 3 minggu dan biayanya SGD 400 atau sekitar Rp 3.8 juta.

 

Halaman selanjutnya:

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled