Jurus Evercoss di Dunia Telko

sinyal.co.id

Cara Evercoss

Cara Evercoss menggandeng brand luar yang sudah punya nama merupakan jurus terjitu.

Salah satu brand lokal, Evercoss adalah contoh dari suksesnya melakukan branding di tanah air. Tidak mudah mengibarkan nama Evercoss (yang dulu bernama Cross) di tengah kekuatan Nokia dan BlackBerry yang sangat melegenda pada 5-6 tahun silam. Tak sedikit brand lokal yang tumbang di tengah jalan kala itu.

Evercoss adalah salah satu yang tahan banting. Tak mau terlalu ngotot bermain di ibukota, brand ini melakukan penetrasi ke kota-kota kecil. Sistem pemasaran dilakukan menyerupai jalur distribusi produk consumer goods. Caranya dengan memperkuat canvassing sampai ke pelosok. Berapapun order dari stakeholder di kota kecil dilayani.

Dengan cara ini, produk low end Evercoss mendapat perlakuan istimewa oleh konsumen. Dengan kata lain konsumen lebih mudah memperoleh produk Evercoss ketimbang Nokia, Samsung, atau juga BlackBerry. Kendati ada konsekuensi bahwa brand Evercoss sangat dikenal karena terjangkau oleh lapisan menengah bawah.

Pada titik tersebut, ketika brand dengan citranya telah terbangun sebenarnya Evercoss sudah menang. Kesuksesan kedua adalah saat tren smartphone mulai tumbuh, dengan gampang Evercoss bermain di smartphone low end pula. Segmennya masih sama, di kawasan yang sama. Bahkan Google memberikan hak untuk menggunakan nama Android One, sebuah program yang dicanangkan Google untuk prosuk eksklusif segmen low end. Tetapi tampaknya tak berlanjut.

Sekarang, tren sedang mengarah pada segmen menengah yang –kira-kira- butuh smartphone bagus, branded, dan ogah dijuluki low end. Di sinilah Evercoss kesulitan akibat brand-nya terlanjur mendapat image low end. Sementara produk Samsung lama yang harganya terdepresiasi mulai mengganggu kelas menengah ke bawah.

Cara Evercoss lalu menggandeng brand luar yang sudah punya nama. Adalah Luna Mobile, produk besutan SK Telecom, Korea. Kira-kira kalau di Indonesia seperti brand Andromax bawaan Smartfren. Berada dalam kelola operator.

Luna cukup sukses di pasar Korea. Harganya pun masih terjangkau untuk kalangan menengah. Pabrikasinya di Foxconn yang tentu punya nilai tersendiri. Speknya lumayan garang dengan kamera 13 MP dan 8 MP, plus telah menggunakan Android Marshmallow.

Andra

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled