WWW.SINYALMAGZ.COM – Setelah merilis Galaxy S25 Series, Samsung mempertimbangkan mengganti baterai Lithium Ion-nya dengan Silicon Carbon (Si-C). Baterai Si-C akan dikenakan di seri Samsung Galaxy S26. Dengan Si-C kapasitas baterai dapat dinaikkan hingga 7.000 mAH.
Teknologi baterai baru ini menggantikan grafit dengan silikon dalam material katode, sehingga meningkatkan kapasitas penyimpanan. Awalnya, ada kekhawatiran tentang biaya produksi yang tinggi; namun, dengan merek-merek seperti Xiaomi, vivo, dan OnePlus yang meluncurkan produk unggulan yang menampilkan inovasi ini.
Baterai Si-C memiliki beberapa keunggulan dibandingkan baterai berbasis grafit konvensional (seperti Lithium-Ion biasa). Walaupun memang masih cenderung lebih mahal karena relatif baru. Berikut adalah beberapa kelebihannya:
Kapasitas Penyimpanan Lebih Tinggi
Anoda berbasis silikon mampu menyimpan hingga 10 kali lebih banyak lithium ion dibanding anoda berbasis grafit, sehingga baterai dapat memiliki kapasitas energi yang lebih besar.
Pengisian Daya Lebih Cepat
Karena silikon dapat menyerap ion lithium lebih cepat, baterai Si-C bisa diisi lebih cepat dibanding baterai biasa, mengurangi waktu pengisian.
Umur Pakai Lebih Lama
Kombinasi silikon dan karbon dapat mengurangi ekspansi dan kontraksi saat pengisian daya, yang biasanya menjadi penyebab degradasi baterai. Dengan begitu, baterai ini lebih tahan lama dibanding baterai lithium-ion standar.
Bobot Lebih Ringan, Ramah Lingkungan
Karena silikon lebih ringan dibanding grafit, baterai ini bisa lebih ringan untuk kapasitas yang sama, sehingga cocok untuk kendaraan listrik dan perangkat portabel.
Kinerja Lebih Baik pada Suhu Rendah
Baterai Si-C tetap bisa bekerja dengan efisien pada suhu rendah, yang menjadi kelemahan utama baterai lithium-ion biasa.(*)
BACA JUGA: Oppo K12 Plus, Jagoan Baru Baterai Kapasitas Besar

