WWW.SINYALMAGZ.COM – Bagaimana jika manusia dan robot AI saling belajar bersama? Saling memberikan informasi satu sama lain dengan diskusi menarik dan terarah?
Bukan sesuat yang mustahil. Sebab, pada dasarnya yang terjadi dengan chat bot pada generative AI sesungguhnya sebuah diskusi yang dilakukan secara perorangan, one on one.
Masalah sering timbul pada layanan ChatGPT seperti ketika mesin-mesin AI sudah menjawab, berikutnya malah mereka yang balik bertanya. Situasi semacam ini kemudian ditangkap oleh OpenAI untuk menambahkan fitur bernama Study Together.
Sesuai namanya ini memungkinkan ruang diskusi yang intens dan berkembang di antara para pengguna dengan robot AI. Walaupun bukan sebuah fitur yang benar-benar baru, karena Google juga sudah punya. Kalau Anda ingat LearnLM, maka Study Together milik ChatGPT hampir serupa.
Namun agaknya OpenAI tak ingin serupa benar. Dalam uji coba justru tampak sedikit lebih maju. Study Together menampilkan hal-hal seperti menanyakan pertanyaan lanjutan, menantang pemahaman Anda. Bahkan alat ini mendorong pemikiran kritis. Pendek kata Study Together bertindak lebih seperti pelatih belajar daripada orang yang sok tahu.
Study Together sesungguhnya dirancang untuk mengubah narasi yang selama ini dianggap bahwa ChatGPT atau GenAI hanyalah alat yang membuat orang lebih malas atau sebaliknya mengalahkan kemampuan seorang profesor sekalipun.
Jadi fitur ini diharapkan lebih menawarkan pola pembelajaran bersama-sama. Mesin AI diubah benar-benar bermanfaat lebih dari sekadar sebagai “pembantu” yang menyuap informasi. Dengan kata lain otak dan kemampuan pengguna dipicu untuk aktif. Tidak pasif atau malah mundur karena terlanjur dimanja oleh AI.(*)
BACA JUGA: Ini Dia Kamus Lengkap Artificial Intelligence Hanya Rp 5.500
