WWW.SINYALMAGZ.COM – Hanya butuh waktu lebih dari enam jam dua orang asal China ini meraih kocek hingga Rp 125 miliar. Kedua orang ini, seorang penyiar dan influencer tampil di hadapan pemirsa digital menjual produk selayaknya berjualan live.
Namun yang muncul bukan secara fisik. Melainkan avatar. Avatar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Hal ini sekaligus menunjukkan betapa avatar yang digital itu mampu menjual lebih banyak daripada orang sungguhan. Ujicoba ini dilakukan antara perusahaan teknologi Tiongkok Baidu dan seorang penyiar langsung yang cukup populer.
Luo Yonghao, nama penyiar terkenal di China itu berkolaborasi dengan seorang pembawa acara Xiao Mu. Keduanya sama-sama menggunakan versi digital diri mereka sendiri untuk berinteraksi dengan pemirsa secara langsung selama lebih dari enam jam.
Penjualan langsung itu digelar di platform siaran langsung e-commerce Baidu Youxuan. Hasilnya dalam satu sesi Sesi tersebut meraup 55 juta yuan atau sekitar Rp 125 miliar.
Sebelumnya Luo pernah melakukan penjualan live sebulan silam. Acara yang berlangsung selama lebih dari empat jam, menghasilkan lebih sedikit pesanan untuk barang elektronik konsumen, makanan, dan produk utama lainnya.
Luo mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia menggunakan teknologi manusia virtual untuk menjual produk melalui siaran langsung. Walaupun, “Efek manusia digital telah membuat saya takut… Saya agak linglung,” kata Luo kepada 1,7 juta pengikutnya di platform media sosial Weibo.
Avatar Luo dan rekan pembawa acaranya tersebut dibuat menggunakan model AI generatif Baidu. AI ini mempelajari video selama lima tahun untuk meniru lelucon dan gaya mereka. Jadi tidak muncul begitu saja.
Penggunaan Avatar AI dapat mengurangi biaya secara drastis karena perusahaan tidak perlu mempekerjakan tim produksi besar atau studio untuk melakukan streaming langsung. Avatar digital juga dapat melakukan streaming tanpa henti tanpa perlu istirahat. Meski sebelumnya tim Baidu agak ragu dengan kemampuan avatar.
LIVESTREAMING
Belanja streaming langsung mulai marak di Tiongkok setelah pandemi memaksa bisnis untuk mencari saluran penjualan alternatif. Lebih banyak orang beralih ke streaming langsung untuk mendapatkan uang dari komisi dan hadiah virtual di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Livestreaming menghasilkan begitu banyak penjualan di aplikasi Douyin yang juga milik ByteDance tahun lalu. Tak pelak Douyin mampu melampaui perusahaan e-commerce tradisional JD.com yang pula platform e-commerce terbesar kedua di Tiongkok.
Sementara itu, perusahaan Tiongkok lainnya, termasuk raksasa teknologi Tencent, telah mengembangkan alat untuk menciptakan orang-orang digital yang dapat digunakan sebagai pembawa berita. Pada akhir tahun 2023, beberapa bisnis mulai mencoba livestreamer manusia virtual selama liburan belanja Singles Day.
Banyak tantangan untuk pengembangannya. Tantangan terbesar menggunakan manusia virtual untuk livestream bukan lagi teknologinya, tetapi persyaratan kepatuhan dan platform. Manusia digital perlu dilatih untuk mematuhi peraturan tentang periklanan produk.
Meskipun kemunculan manusia virtual alias avatar Luo berikutnya belum ditetapkan, namun sepertinya akan segera diteruskan. Tentu saja hal ini akan membawa model baru live streaming penjualan dengan avatar. Yang secara langsung akan menggerus cuan para manusia seller yang selama ini hidup dari jualan langsung lewat depan smartphone.(*)
BACA JUGA: Tips AI: Bikin Visual Gratis dan Tampilkan Karya di GenTube.App
