Manfaat Clubhouse di Era Social Media Baru

WWW.SINYALMAGZ.COM – Jika konsep social media selama ini terbuka dan bebas siapapun ikut serta, kemudian menciptakan dan menggalang follower sebanyak-banyaknya, maka tidak dengan Clubhouse. Aplikasi yang dirilis 2020 ini sejak awal memang maunya memberi “ruang” eksklusif.

Clubhouse seakan menjadi antitesa dari kebanyakan platform social media. Ketika begitu banyak pemakaian negatifi dan perpecahan akibat perang antar kubu di social media, Clubhouse seolah ingin membangun paradigma baru.

Tujuan dari aplikasi ini adalah untuk bergabung dengan ruang dan mendengarkan percakapan konstruktif yang dibuat oleh aplikasi tersebut. Sama seperti video call Zoom, tuan rumah ruangan akan memoderasi anggota di dalamnya. Anggota dapat mengangkat tangan untuk berkontribusi dan tuan rumah dapat menyuarakannya. Dalam banyak hal, aplikasi adalah alat jaringan yang hebat.

Jika Anda dapat memperoleh undangan, itu akan menghubungkan Anda ke nama-nama besar di berbagai bidang. Pemilihan platform audio sebagai moda diskusi merupakan langkah cerdas. Audio bagaimana pun merupakan format komunikasi yang jujur dan tidak multitafsir. Berbeda dengan teks atau gambar seperti yang banyak digunakan social media lainnya.

Dengan gambaran di atas, maka jelas lah bahwa Clubhouse membawa dunia social media ke era baru. Ini tentu saja akan membuat ruang diskusi yang lebih intensif dan berbobot mengingat oang-orang yang terundang memiliki kesamaan pola pikir dan semua ungkapan dilakukan secara lisan. Bagi orang-orang yan berseberangan tentu saja bukan bagian dari para undangan. Pada akhirnya Clubhouse menjauhkan manusia dari perpecahan akibat ketidaksamaan pola pikir.

Pengguna Clubhouse juga sangat berhati-hati. Mereka tidak mudah mengundang orang terlibat diskusi. Mereka punya hak menentukan siapa saja yang diundang. Ini ciri yang paling terlihat dibandingkan social media lain yang peserta atau follower-nya keluar masuk. Jika tidak suka lalu memberondong dengan beragam kebencian dan menciptakan haters.

Di dunia industri dan pemasaran, Clubhouse tentu membuka jalan baru bagi aspek pemahaman tentang produk (product knowledge). Ini adalah cara bagus guna membahas sebuah produk dan kemudian mengembangkan bersama konsumen.

Bagi industri, Clubhouse adalah sarana untuk membangun komunitas. Selama ini banyak menggunakan Instagram atau Facebook yang berbasis teks dan visual (video atau foto). Maka Clubhouse memanfaatkan audio agar lebih powerfull. Sama seperti podcast yang belakangan ini naik daun.

Karena sejalan dan sepemikiran, kuat peluang untuk mengundang para ahli atau bintang di sebuah kelompok diskusi.

Perspektif social media telah diubah oleh Clubhouse. Maka ketika model bisnisnya berbayar dimuka untuk memperoleh akun, Clubhouse hendak menciptakan kebutuhan. Tidak ada yang gratis untuk makan siang. Dan, kalau Anda hendak memiliki kelompok diskusi yang sepemikiran Anda harus membayar di depan.

Ini juga strategi baru membuat aplikasi. Clubhouse sudah menciptakan uang yang berasal dari orang-orang yang membutuhkan ruang diskusi. Selanjutnya akan lebih terbuka lagi monetisasi seperti sponsor room, launching produk, hingga bentuk iklan lainnya. (*)

 

 

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled