Menjelang Lebaran 2027, agensi, pengiklan dan merek perlu mulai persiapkan strategi kampanye sejak dini karena konsumen Indonesia akan semakin selektif dalam menentukan produk dan merek pilihannya, menurut Ramadan Insight 2027. Namun, peluang pertumbuhan selama Ramadan tetap besar karena kebutuhan pada berbagai kategori, seperti fesyen, FMCG, perjalanan, dan kebutuhan Idul Fitri, tetap tinggi.Persaingan pun tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa sering brand (merek) terlihat, tetapi mereka perlu memastikan kehadiran yang relevan dengan kebutuhan konsumen yang terus berubah. Mulai dari fase adaptasi pada awal Ramadan, momen buka puasa bersama dan silahturahim, hingga perjalanan mudik menjelang lebaran.
Temuan itu jadi sorotan utama whitepaper Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan yang diluncurkan Telkomsel Enterprise melalui solusi DigiAds, dan menurut insight Telkomsel, Ramadan bukanlah satu momentum yang seragam. Sepanjang 30 hari Ramadan, konsumen bergerak dalam tiga ritme berbeda yang menghadirkan peluang bagi setiap industri untuk memenangkan perhatian secara lebih relevan.
Pada 10 hari pertama, momen adaptasi dan cari inspirasi, karena konsumen aktif menggunakan di tengah fase penyesuaian rutinitas sahur, berbuka, dan beribadah. Trafik seluler saat sahur meningkat 77%, trafik layanan video dan streaming tumbuh 38%, sedangkan konsumsi konten religi naik 63% dibanding hari biasa. Pola ini membuka peluang brand hadir dengan konten dan pesan yang relevan, sehingga dapat membangun kedekatan emosional sekaligus menjadi bagian dari rutinitas baru konsumen selama Ramadan.
Memasuki momen sosialisasi dan belanja pada 10 hari kedua, perhatian beralih ke kegiatan bukber (buka puasa bersama) serta persiapan kebutuhan keluarga dan Idul Fitri. Penggunaan aplikasi transportasi meningkat 58%, aplikasi kebutuhan sehari-hari dan ritel tumbuh 32%, sedangkan kunjungan ke pusat perbelanjaan naik 19%.
Pahami ritme
Sebanyak 88% konsumen yang berbelanja kebutuhan Ramadan juga masih memilih datang langsung ke toko fisik. Hal ini menegaskan pentingnya kampanye yang menghubungkan interaksi digital dengan kunjungan ke gerai fisik untuk memastikan pembelian tidak beralih ke brand lain.
Pada momen mudik dan kumpul di 10 hari terakhir, kebutuhan konsumen bergeser ke persiapan perjalanan dan kebersamaan dengan keluarga. Akses terhadap aplikasi perjalanan meningkat 32%, sementara 73% pemudik tercatat singgah di rest area untuk beristirahat, beribadah, dan makan. Bagi brand, fase ini menghadirkan peluang untuk hadir melalui informasi dan penawaran yang relevan di sepanjang perjalanan konsumen.
Memahami ketiga ritme agensi, pengiklan dan brand dapat menentukan pesan, kanal, serta waktu tayang yang paling sesuai untuk setiap fase, bukan sekadar menambah jumlah iklan. Hasilnya, kampanye dapat menjadi lebih tepat sasaran dan efisien, dengan menghadirkan informasi serta penawaran yang lebih relevan bagi konsumen.
Brand yang menang di Ramadan bukan yang paling lantang, melainkan yang paling memahami ritme konsumennya, kebutuhan konsumen pada awal Ramadan sangat berbeda dengan kebutuhan mereka menjelang Idulfitri. “Melalui solusi DigiAds dari Telkomsel Enterprise, kami membantu agensi, pengiklan dan brand membaca perubahan tadi agar kampanye dapat dirancang lebih tepat sasaran dan memberikan hasil bisnis yang lebih baik,”tutur Mia Melinda, VP Corporate Innovation, Sustainability, Marketing, and Digital Advertising Telkomsel.
Temuan ini dipaparkan dalam forum Ramadan Insight 2027: The Rhythms of Ramadan yang digelar pada 16 Oktober 2026 di Jakarta. Forum mempertemukan agensi, pengiklan, brand, dan praktisi industri, dengan menghadirkan pembicara expert dari Telkomsel, Meta, Nestlé, dan WPP.
Dengan insight yang kuat dan eksekusi yang tepat, brand dapat hadir bukan sebagai distraksi, tetapi sebagai bagian yang relevan dari perjalanan konsumen. “Inilah wujud Telkomsel Melayani Sepenuh Hati, membantu bisnis tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Seluruh insight disusun dari data yang telah diolah secara agregat dan dianonimkan, tanpa mengidentifikasi pelanggan secara personal, sesuai prinsip perlindungan data pribadi yang diterapkan Telkomsel. Pelaku usaha, pemilik merek, dan agensi dapat mempelajari temuan serta rekomendasi selengkapnya dengan mengunduh DigiAds Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan melalui tsel.id/ramadanwhitepaper2027-news.
