WWW.SINYALMAGZ.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi melakukan perombakan susunan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam keputusan tersebut, Nanang Hendarno diangkat sebagai Direktur Utama yang baru menggantikan Dian Siswarini.
Nanang Hendarno merupakan figur karir internal di lingkungan Telkom Group yang memiliki rekam jejak panjang dan keahlian teknis mendalam di bidang jaringan serta infrastruktur telekomunikasi.
Dari sisi latar belakang pendidikan, ia menempuh jenjang Sarjana (S1) Teknik Elektro, Elektronika, dan Telekomunikasi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan lulus pada tahun 1991, sebelum melanjutkan jenjang Magister (S2) Space System Engineering di Delft University of Technology, Belanda, hingga lulus pada tahun 1997.
Pengabdian Nanang di industri telekomunikasi membentang selama puluhan tahun melalui berbagai posisi manajerial kunci. Beliau pernah menjabat sebagai Chief of Technology di PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) pada tahun 2016, dilanjutkan menjadi Chief Executive Officer (CEO) di PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (TelkomInfra) periode 2022 hingga 2025.
Sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, ia juga dipercaya memegang posisi Direktur Network perseroan. Di bawah kepemimpinannya, Telkom diproyeksikan bakal mengakselerasi program pemisahan dan konsolidasi aset (carve-out dan penataan segmen usaha Wholesale Fiber Connectivity) guna memperkuat efisiensi serta nilai jangka panjang perusahaan.
Pergantian kepemimpinan ini terjadi setelah Dian Siswarini, yang diangkat sebagai Direktur Utama Telkom pada RUPST Mei 2025, mengakhiri jabatannya usai memimpin selama kurang lebih 16 bulan (sekitar 1,4 tahun). Penggantian posisi direksi di BUMN melalui RUPSLB merupakan wewenang pemegang saham, yakni Kementerian BUMN dan pemegang saham publik.
Langkah penyegaran ini diambil sebagai bagian dari penataan ulang strategi dan akselerasi transformasi bisnis (TLKM 30). Pemegang saham menginginkan akselerasi yang lebih fokus pada konsolidasi infrastruktur digital, percepatan integrasi segmen wholesale/connectivity, serta penyegaran jajaran eksekutif.
Dian merupakan satu-satunya Dirut Telkom yang berasal dari sektor swasta yang artinya bukan orang dalam. Dian Siswarini dikenal luas berkat rekam jejak panjangnya memimpin operator swasta PT XL Axiata Tbk (2015–2024) sebelum masuk ke BUMN.
Walaupun begitu Telkom juga pernah di[impin bukan dari kalangan internal. Antara lain Arwin Rasyid (Dirut Telkom 2005–2007) yang merupakan profesional perbankan swasta dan multinasional, serta Cacuk Sudarijanto (Dirut Telkom 1988–1992) yang datang dari jajaran eksekutif swasta dan perbankan. Namun, Dian Siswarini mencatatkan rekor khusus sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi Direktur Utama Telkom sepanjang sejarah berdirinya perseroan.
Selama kepemimpinannya dari Mei 2025 hingga September 2026, Dian berhasil menjaga kinerja operasional dan finansial Telkom tetap solid dan tumbuh positif. Dari sisi pendapatan konsolidasi, Telkom menembus angka Rp75,9 triliun pada Semester I-2026 atau tumbuh 3,9% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan EBITDA mencapai Rp37,5 triliun (meningkat 3,8% YoY).
Selain itu, Laba Bersih Normalisasi tumbuh 6,2% YoY menjadi Rp11,3 triliun pada paruh pertama 2026, setelah mencatatkan total Laba Bersih penuh tahun 2025 sebesar Rp17,8 triliun. Capaian produktivitas dan operasional ini didorong oleh akselerasi program percepatan TLKM 30, efisiensi bisnis data center, integrasi Fixed Mobile Convergence (FMC), serta pertumbuhan lalu lintas data mobile dan layanan digital.
Kendati masa jabatannya tergolong relatif singkat, kepemimpinan Dian memberikan stabilitas pertumbuhan pada pendapatan serta memperkuat pilar penataan ekosistem digital Telkom sebelum dilanjutkan oleh Nanang Hendarno.(*)
BACA JUGA: Dian Siswarini dari XL ke Telkom


