Tidak Bisa Berkelit dari Kuntitan Ponsel

TEKNOLOGI telekomunikasi yang makin canggih, memudahkan pekerjaan orang, mempersingkat waktu kerja, praktis dan lebih murah. Namun teknologi itu juga membuat manusia tidak bisa sembunyi, dikuntit ke mana pun, diketahui apa pun yang dikatakan, atau dilakukan.

Belasan tahun lalu, Rusia berhasil membunuh seorang pemimpin pemberontak Chechnya hanya dengan melacak ponselnya, lalu membuat koordinatnya dan mengarahkan  peluru kendalinya. Tidak meleset semeter pun, si pemberontak – yang di Chechnya malah dianggap pahlawan – tewas dengan tubuh berantakan.

Teknologi yang digunakan itu sudah termasuk sangat kuno, karena perlu ada beberapa ponsel untuk mengecek koordinatnya. Kini tiap ponsel pintar sudah menggunakan layanan GPS (global positioning satellite) sehingga penentuan posisi ponsel sangat akurat.

Ada dua contoh yang menguak kebohonganyang sangat memalukan karena bukti telekomunikasi yang tidak bisa dibantah. Kebohongan Ratna Sarumpaet bahwa ia dikeroyok tiga pria kekar di Bandung, dan terbunuhnya wartawan kontributor The Washington Post Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di  Istanbul, Turki.

Kasus Ratna Sarumpaet hanya sekadar heboh domestik karena dia anggota tim pemenangan calon presiden RI nomor 02. Sementara kasus Jamal Khashoggi menimbulkan kegemparan di seantero Bumi, yang hingga akhir Oktober ini kejelasannya belum terang benderang.

Ratna mengaku disiksa tiga lelaki ketika naik kendaraan menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung setelah mengikuti acara pertemuan internasional 21 September lalu yang membuat wajah nenek 60 tahun itu “berantakan”. Celotehan ini ditanggapi calon Presiden 02 Prabowo Subianto yang lalu melakukan jumpa pers bersama Amin Rais dan kawan-kawan tanpa melakukan pengecekan.

 

Lebih Tirus

Ternyata Ratna bohong besar. Polisi berhasil mengetahui pergerakan Ratna lewat lacakan ke nomor ponselnya. Pada tanggal itu dan beberapa hari kemudian ia ada di Jakarta, Ratna pun terlacak dirawat di satu rumah sakit untuk sedot lemak. Ratna Sarumpaet tidak tahu bahwa ponsel selalu memberi tahu keberadaannya ke operator dan ini direkam.

Ada hasil negatif dan positif dari kasus Ratna, ia terancam dihukum penjara. Tetapi memang, kini wajahnya lebih tirus.

Pada kasus Khashoggi, bukti tewasnya datang dari rekaman di jam tangan pintar Apple (Apple Watch) 3 yang ia kenakan yang punya konektivitas 4G LTE. Jam pintar, tidak hanya Apple atau Samsung, selalu berpasangan dengan ponsel pemiliknya. Tetapi tidak semua jam pintar bisa digunakan untuk komunikasi data atau menelepon nomor lain.

Apple Watch 3 bisa berkomunikasi dengan ponsel iPhone punya Khashoggi yang dibawa tunangannya, Hatice Cengiz, yang menunggu di luar konsulat. Bahkan Apple Watch tadi mengirimkan percakapan yang terjadi di konsulat Arab Saudi, ketika Khashoggi ditangkap lalu dibunuh.

Konon terdengar jelas bagaimana sebelum dibunuh Khashoggi berdialog dan saling memaki dengan Saud Al Qahtani, penasihat Kerajaan Saudi yang juga ajudan dan penasihat media Putra Mahkota Saudi, Mohammad Bin Salman (MBS) lewat koneksi Skype.

Berkat Apple Watch 3 ini, Saudi tidak bisa berkelit dan akhirnya mengakui Khashoggi tewas di Konsulat mereka di Istanbul. ***

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled