Telkomsel dan PT Pegaunihan Technology Indonesia, anak usaha manufaktur elektronik global Pegatron, mengikat kerja sama menghadirkan solusi teknologi berbasis konektivitas 5G. Mereka mendukung implementasi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi (IoT) tingkat tinggi di fasilitas manufaktur cerdas (Smart Factory) di Batam, akhir pekan lalu.
Manufaktur cerdas yang dikelola Pegaunihan Technology menjadi bagian strategi transformasi digital Pegatron secara global dan bagian dari upaya Telkomsel mengakselerasi kemajuan industri manufaktur nasional.
Pegaunihan Technology didirikan untuk memperluas jejak manufaktur Pegatron di Asia Tenggara. Dengan jejak global di lebih dari 13 negara, Pegatron berperan strategis dalam transformasi digital global, sekaligus menjadi katalisator utama dalam penciptaan ekosistem manufaktur yang tangguh, terhubung, dan berkelanjutan.
Dalam kolaborasi ini, unit bisnis Telkomsel Enterprise yang fokus melayani pelanggan B2B, menyediakan solusi infrastruktur 5G private network standalone (SA) yang memastikan konektivitas handal dan aman di seluruh area produksi. Telkomsel juga menyediakan hingga 1.200 kartu SIM untuk perangkat IoT yang akan terintegrasi dalam sistem manufaktur cerdas berbasis 5G, memungkinkan pemantauan kinerja mesin dan pengendalian proses produksi secara efisien dan real-time. Juga jaringan 5G Public Network guna mendukung produktivitas karyawan di manufaktur cerdas itu di Batam.
Data Kementerian Perindustrian menyebutkan, sektor manufaktur Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan solid di tengah dinamika ekonomi global. Sepanjang 2024, investasi manufaktur mencapai Rp 721,3 triliun – setara 42,1% dari total investasi nasional – tumbuh 20,8% year-on-year, serta menyerap lebih dari 2,45 juta tenaga kerja.
Dengan kontribusi 18,98% terhadap PDB nasional, sektor manufaktur telah menjadi penggerak utama perekonomian dan penyumbang lapangan kerja terbesar Indonesia. Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI, Setia Diarta mengapresiasi langkah konkret Telkomsel dan Pegatron itu.
Sektor ini merupakan pilar strategis perekonomian Indonesia, dan transformasinya sangat krusial untuk memastikan daya saing nasional di tingkat global. ‘’Pemerintah terus mendorong kemitraan serupa agar seluruh sektor industri, termasuk manufaktur, dapat memanfaatkan teknologi terkini secara optimal demi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ribuan sensor
Dalam 2025 Manufacturing Industry Outlook, Deloitte menempatkan 5G – bersama cloud dan generative AI – sebagai tiga teknologi dengan ROI (return on investment) tertinggi bagi pelaku manufaktur. Lebih dari sepertiga produsen industri juga berencana mengadopsi 5G dalam satu hingga tiga tahun ke depan.
Dengan konektivitas handal dan latensi rendah, 5G Private Network memungkinkan integrasi ribuan sensor dan mesin secara real-time. Ini mendukung otomasi, analitik, serta optimalisasi kualitas, efisiensi biaya, dan pemeliharaan prediktif.
Kata Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, kerja sama ini langkah strategis mendukung akselerasi transformasi digital sektor manufaktur di Indonesia. Keduanya dapat meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing untuk manufaktur cerdas di era Industri 4.0. ia berharap kerja sama ini memperkuat ekosistem manufaktur nasional dan mendorong kemajuan teknologi di Indonesia.
Strategi jangka panjang Pegatron mencakup kecerdasan buatan (AI), inovasi pekerjaan masa depan, peningkatan daya saing bisnis, kemitraan strategis, dan restrukturisasi organisasi. Kolaborasi menjadi contoh nyata kemitraan yang berorientasi masa depan yang mempercepat kemajuan digital.
Smart Factory ini juga mengedepankan orientasi pelanggan, kinerja, keberlanjutan, kerja sama tim, kreativitas, analisis masalah untuk pengambilan keputusan, serta keterlibatan bisnis yang proaktif. Dalam jangka panjang, Pegatron berkomitmen menjajaki teknologi terdepan seperti Pegaverse, future mobility, advanced connectivity, sustainable living, dan robotics.
Ujar Andy Hsieh, Direktur Pegaunihan Technology Indonesia, kolaborasi pionir 5G di Indonesia ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Smart Factory yang benar-benar adaptif, terhubung, dan efisien. ‘’Dengan jaringan 5G yang andal dan dukungan infrastruktur digital Telkomsel, kami mempercepat proses transformasi digital dalam rantai produksi, sekaligus mendorong pertumbuhan industri berbasis teknologi tinggi di Indonesia.’’
Selain meningkatkan daya saing manufaktur, investasi ini juga menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta rantai pasok global. Pegatron turut mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan digital dan teknis yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan. (*/hw)
BACA JUGA: Jaringan Hyper 5G Telkomsel di Makassar
