WWW.SINYALMAGZ.COM – Komdigi akhirnya memastikan hadirnya AI Center of Excellence untuk meningkatkan kapabilitas negara di bidang AI. Inisiatif ini didukung oleh Indosat Ooredoo Hutchison, Cisco, dan Nvidia, yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur dan tenaga kerja digital Indonesia.
Ada enam pilar yang jadi tonggak pusat AI ini. Antara lain; sandbox AI yang aman untuk aplikasi praktis, program pelatihan untuk sertifikasi individu di bidang AI dan ilmu data, serta akselerator untuk mendukung perusahaan rintisan lokal. Juga berfungsi sebagai pusat perusahaan untuk kolaborasi industri, mengembangkan model bahasa berskala besar nasional, dan memandu kebijakan AI yang etis.
Indosat dan Nvidia akan mempelopori upaya untuk menciptakan infrastruktur AI yang berdaulat. Sementara itu, Cisco akan menawarkan sistem yang aman untuk melindungi aset digital.
Pusat ini bertujuan untuk melatih 1 juta orang Indonesia di bidang AI dan bidang terkait pada tahun 2027, bermitra dengan Deep Learning Institute milik Nvidia dan Networking Academy milik Cisco.
Indonesia memiliki tingkat adopsi AI tertinggi di Asia Tenggara, yaitu 24,6%, jauh melampaui Thailand (17,1%), Singapura (9,9%), dan Malaysia (8,1%). Namun sebaliknya, Indonesia menghadapi kesenjangan investasi yang tajam, hanya menarik modal ventura AI sebesar 1,9 miliar dolar dibandingkan dengan Singapura yang mampu meraup 8,4 miliar dolar.
Untuk itulah AI Center of Excellence hadir. Meskipun ditakutkan pula bahwa AI di Indonesia akan menggantikan sebanyak 23 juta pekerja di tahun 2030. (*)
BACA JUGA: Dorong Indonesia ke Revolusi AI
