Indosat Sajikan Internet Kecepatan Tinggi

Penambahan infrastruktur BTS Indosat Ooredoo diklaim berhasil menambah pelanggan, terutama di kawasan luar Jawa yang jadi fokus pembangunan: di Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara. Bahkan di Makassar pertumbuhan pelanggan cukup tinggi karena sebaran jaringan teknologi 4G LTE di kawasan itu menjadi terbaik dibanding operator pesaing.

Tahun 2019 ini, dengan biaya modal (capex – capital expenditure) sampai Rp 10 triliun – terbesar selama ini – yang 90 persennya untuk pembangunan jaringan, Indosat akan memiliki tambahan 18.000 BTS. Penambahan lokasi BTS memang hanya sebanyak 4.200, namun satu lokasi bisa membawa tiga BTS di teknologi 2G, 3G dan 4G LTE, selain peningkatan (overlay) BTS 2G dan 3G dengan 4G, dan memanfaatkan serat optik.

Menurut Djoko Riswadi, dengan tambahan pemilikan 5 MHz tahun lalu di spektrum 2,1 GHz sehingga jumlahnya menjadi 15 MHz, Indosat melakukan carrier aggregation, menggabungkan tiga spektrum di 900 MHz, 1800 MHz dan 2,1 GHz. Lewat upaya itu, kapasitas bisa meningkat hingga tiga kali lipat, menjadi 450 Mbps pada tahun ini dari 185 Mbps tahun 2016, dan hingga satu giga pada tahun 2020. “Semua BTS kami siap untuk memberikan layanan teknologi 5G,” ujarnya.

Upaya ini membuat pelanggan mendapatkan layanan kecepatan internet yang tanpa putus sepanjang perjalanan dengan tagline “4G Plus Kuat, Sekarang Internetan Makin Kuat”. Senin 25/3 lalu, layanan internet kecepatan tinggi dibuktikan dari penayangan video berkualitas tinggi tanpa jeda sepanjang perjalanan dari Jalan Merdeka Barat Jakarta Pusat hingga Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur.

Dengan membangun tambahan 18.000 BTS, operator milik Ooredoo Qatar ini mengklaim telah mencakup 87 persen populasi Indonesia dan menjangkau 422 kota kabupaten, mulai dari Sabang (Aceh) sampai Merauke (Papua). Indosat mengumumkan keberhasilannya ini dengan secara simbolis memasang 100 bola-bola IM3 berwarna merah menyala berdiameter dua meter dan empat di atas peta kepulauan Nusantara sepanjang 500 meter di danau Taman Mini.

Menurut Presiden Direktur dan CEO Indosat, Chris Kanter, perusahaan yang dipimpinnya tidak hanya menjamin ketersambungan (connected) tanpa putus, namun lebih penting adalah membuat kecanduan (addicted) kalangan milenial dalam berinternet yang dibantu ponsel pintar. “Internet kuat, dengan dukungan konten, Indosat membantu pertumbuhan ekonomi digital, terus ke masyarakat digital,” katanya.

Dibanding dua operator papan atas lainnya, Telkomsel dan XL Axiata, Indosat memang tertinggal dalam pembangunan infrastrukturnya. Hingga tahun 2018, operator itu hanya memiliki sekitar 62.000 BTS, sementara Telkomsel saat sama memiliki 183.300 BTS dan XL Axiata sebanyak 118.600 BTS.

Ketertinggalan ini dikejar dengan perluasan jaringan di empat kawasan luar Jawa serta memperkuat jaringan yang ada di kawasan padat di kota-kota besar di Pulau Jawa. Hingga akhir tahun 2018, Indosat memiliki sekitar 58 juta pelanggan, turun drastis dari 115 juta pelanggan di akhir tahun 2017, nasib sama yang juga dialami operator telko lainnya. ***

 

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled