Berkolaborasi dengan Kitabisa, Telkomsel menyelenggarakan Program “Visi untuk Pahlawan” di Surabaya. Pada acara memperingati Hari Pahlawan itu, sebanyak 20 penerima manfaat – veteran dan keluarga veteran– berupa operasi katarak, sebagai bentuk apresiasi atas jasa mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.
November ini Telkomsel juga membagikan bantuan kepada 1.000 veteran dan keluarga di seluruh Indonesia melalui “Berbagi Senyuman di Jumat Berkah”. Sambungkan Senyuman merupakan inisiatif filantropi corporatesocial responsibility (CSR) Telkomsel yang fokus berbagi kebahagiaan dan harapan untuk hari yang lebih baik.
Survei Kebutaan RAAB Kementerian Kesehatan (2014–2016) menyebutkan, prevalensi kebutaan pada populasi usia 50 tahun ke atas mencapai 3%, dan katarak penyebab utama (81% kasus). Kehilangan penglihatan berdampak besar terhadap kualitas hidup, mulai dari keterbatasan mobilitas hingga kondisi mental dan sosial dan operasi katarak satu-satunya solusi efektif walau ada kesenjangan tinggi antara jumlah pasien dan kapasitas layanan.
Program 100 Visi Menanggapi kondisi tersebut, “Visi untuk Pahlawan” mendukung Program 100 Visi untuk Pahlawan, diselenggarakan Bantu.id, Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur, Lembaga Veteran RI, dan RS Mata Masyarakat Baru. Operasi katarak diharapkan dapat mengembalikan penglihatan, harapan, dan kualitas hidup masyarakat yang membutuhkan, lansia, dan kelompok rentan, termasuk veteran yang berjasa bagi bangsa.
Kata veteran Soeparman (81), yang pensiun setelah 40 tahun di TNI Angkatan Laut, semangat perjuangan tidak berhenti meski masa tugas telah usai. Menjadi pahlawan, katanya, berarti terus berbuat untuk sesama, kapan pun dan di mana pun, sampai akhir hayat. Ia berharap setelah operasi bisa melihat lebih jelas dan banyak waktu kumpul sama keluarga.
Beberapa peserta meminta program ini menjangkau lebih banyak lagi veteran yang membutuhkan, karena operasi katarak mereka bisa tetap sehat, tidak menyusahkan orang lain dan berbuat baik kepada sesama.
Meski penglihatan terganggu akibat katarak, semangat dan harapan mereka akan persatuan dan kedaulatan bangsa tidak pernah surut. Dengan program Visi untuk Indonesia, diharapkan mereka dapat kembali “merdeka” beraktivitas sehari-hari dengan penglihatan yang lebih baik.
Operasi katarak akan berlangsung di RS Mata Masyarakat Baru Surabaya, dengan tahapan berikut mulai 15 hingga 23 November. (*)
