Pengguna Twitter Yang Kerap “Ngedumel” Berpotensi Kena Serangan Jantung

SINYALMAGZ.com – Kini, media sosial Twitter tidak hanya dapat digunakan penggunanya untuk berbagi curahan hati (curhat) atau foto selfie saja. Lebih dari itu, media sosial micro-blogging berlogo burung biru itu ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk mengidentifikasikan tingkat resiko serangan jantung seorang pengguna.

Pemanfaatan fungsi Twitter yang tidak biasa ini pertama kali dilakukan oleh tim peneliti dari University of Pennsylvania.

Menurut mereka, pengguna Twitter yang kerap mengekspresikan emosi negatif seperti marah, stres, keluhan, dan kelelahan melalui cuitan sangat berisiko terkena serangan jantung. Sebaliknya, seorang pengguna yang lebih sering mengungkapkan emosi positif melalui kicauan mereka, diklaim memiliki resiko yang sangat rendah terkena serangan jantung.

“Dengan miliaran pengguna aktif setiap harinya tentang pengalaman yang mereka alami, pikiran, dan perasaan, dunia media sosial dapat dijadikan tolak ukur baru bagi penelitian psikologis.”, ungkap salah seorang tim peneliti, seperti yang dikutip dari laman Business Insider, Jumat (31/8/2018).

Data yang berasal dari media sosial ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan masyarakat yang sangat berharga di dunia nyata.”, sambungnya.

Lebih lanjut dijelaskan, tim peneliti dari University of Pennsylvania tersebut mencatat bahwa korelasi antara bahasa dan kematian secara mengejutkan sangatlah erat.

Berbagai bahasa emosional negatif seperti kata-kata yang mewakili “kebencian” dan kata-kata kasar mampu memicu penyakit pada jantung.

Bahayanya, resiko tinggi serangan jantung tidak saja menimpa orang-orang yang kerap marah-marah di Twitter, para pembaca cuitan yang dipenuhi dengan bahasa emosional negatif juga sangat beresiko memiliki potensi yang sama.

Jadi intinya, berhatilah-hatilah dalam berkicau di Twitter, dan pilih akun yang tepat untuk kamu ikuti (follow).

Pada bulan Juli lalu, Twitter sendiri telah mengumumkan upaya terbaru untuk membangun kepercayaan dan mendorong percakapan yang sehat di platform-nya dengan menghapus akun terkunci dari metrik jumlah pengikut.

Sepanjang tahun ini, Twitter banyak melakukan penguncian akun jika terdeteksi adanya perubahan mendadak dalam perilaku akun tersebut.

Saat hal ini terjadi, Twitter akan menghubungi pemilik akun untuk melakukan konfirmasi apakah mereka masih memiliki kontrol terhadap akun tersebut atau tidak.

 

Halaman selanjutnya:

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled