Tambahan Pendapatan dari AI NeoCloud

Indosat Ooredoo Hutchison berharap ada tambahan pendapatan dari bisnis AI NeoCloud senilai 300 juta dolar AS (sekitar Rp 5,4 triliun) tahun 2027 dengan dengan EBITDA margin tinggi, 80%. Bisnis AI NeoCloud terus mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap komputasi kecerdasan buatan (AI), bisnis yang baru diperkenalkan tahun 2024 yang kontribusinya makin naik.

“Kalau lihat dari breakdown revenue Indosat, kontribusi AI Neo Cloud semakin besar,” kata Indar Dhaliwal, Head of Investor Relations Indosat Sabtu (15/8) lalu. AI NeoCloud, katanya, bisnis yang menyediakan kapasitas komputasi AI dengan memanfaatkan GPU dari Nvidia untuk pelanggan di Indonesia maupun pemain regional.

Prospek bisnis AI NeoCloud tumbuh tinggi seiring meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur AI. Pendapatan AI NeoCloud tahun lalu mencapai 28 juta dolar AS atau sekitar Rp 504 miliar, naik jadi 33 juta dolar AS atau sekitar Rp 594 miliar.

Indosat memproyeksikan pendapatan AI NeoCloud mencapai 100 juta dollar AS (sekitar Rp1,8 triliun) pada 2026. Tumbuh hampir empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kata Indar, bisnis AI jadi salah satu strategi Indosat membangun sumber pertumbuhan baru di luar bisnis telekomunikasi konvensional. Indosat  tidak hanya memanfaatkan AI untuk meningkatkan kinerja bisnis yang sudah ada, tetapi juga mengembangkan AI sebagai lini bisnis ba

Diungkapkan, Indosat kini mengembangkan konsep AI Native Telco, penerapan AI ke dalam berbagai aktivitas bisnis perusahaan. Termasuk menawarkan yang lebih personal kepada pelanggan dan mengoptimalkan jaringan.

Dilirik asing

Penerapan AI dalam bisnis telekomunikasi antara lain dilakukan melalui hyper-personalization, memberi penawaran yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Selain itu, AI digunakan untuk mengoptimalkan jaringan serta fungsi pendukung perusahaan.

Namun Indosat juga melihat peluang mengembangkan bisnis baru berbasis AI melalui sovereign secure cloud dan AI NeoCloud. Mereka menggandeng berbagai perusahaan global untuk menawarkan layanan AI Cloud kepada pelanggan korporasi. Indosat pun membentuk Zankore by Indosat sebagai bagian dari strategi pengembangan infrastruktur AI. Zankore dibentuk melalui kemitraan dengan Ooredoo Group, Nvidia dan Nokia.

Dikatakan, pembentukan Zankore perlu untuk menangkap tingginya permintaan terhadap infrastruktur AI tanpa mengganggu kebutuhan investasi Indosat pada bisnis telekomunikasi, termasuk jaringan 5G. Selain itu tingginya kebutuhan terhadap AI juga membuat sejumlah pemain infrastruktur AI global mulai melirik Indonesia sebagai lokasi investasi.

Indonesia, katanya, menjadi salah satu negara yang diincar para pemain AI NeoCloud karena memiliki dua keunggulan utama, ketersediaan lahan dan energi. Pembangunan pusat data AI membutuhkan lahan yang luas, sementara Indonesia memiliki ketersediaan lahan yang melimpah dengan harga yang relatif terjangkau.

Energi jadi faktor penting karena pusat data membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar. Pada tahap awal, AI Factory Zankore by Indosat akan memiliki kapasitas 200 megawatt sehingga membutuhkan dukungan energi yang memadai.

Posisi Indonesia yang surplus energi, yang bersumber batubara. Dia membandingkan Singapura yang memiliki keterbatasan lahan dan energi, serta Malaysia yang menurutnya mulai menghadapi keterbatasan dari sisi permintaan energi

Di sisi bisnis telekomunikasi, Indosat tetap mengandalkan pertumbuhan pelanggan dan peningkatan monetisasi melalui kenaikan average revenue per user (rata-rata pendapatan dari tiap pelanggan – ARPU). Indosat mencatat jumlah pelanggan saat ini sekitar 94 juta, sementara ARPU telah meningkat dari sekitar Rp 33.000 sejak merger menjadi Rp 46.000 pada triwulan II/2026. (*)

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled