Tips Menghindari Serangan Malware di Komputer

SINYAL.co.id – Indonesia masuk dalam lima besar negara di Asia Pasifik yang paling terpapar oleh malware atau program berbahaya.

Trojan merupakan kategori perangkat lunak paling berbahaya yang paling sering ditemui di Indonesia dengan angka 41,5{6d4da31955223774f92dce3d293cb7e669764550633ee25cdb7e9d5f0678e9b3} pada kuartal 2 tahun 2016.

Serangan malware pada komputer di Indonesia pada kuartal tersebut memang cukup tinggi, yaitu 45,2{6d4da31955223774f92dce3d293cb7e669764550633ee25cdb7e9d5f0678e9b3}. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari rata-rata global yang hanya 20,8{6d4da31955223774f92dce3d293cb7e669764550633ee25cdb7e9d5f0678e9b3}.

Seiring dengan semakin berkembang dan berevolusinya ancaman tersebut, maka dibutuhkan keamanan siber yang bersih, kuat dan solid.

Hal tersebut demi melindungi lingkungan digital dengan lebih baik, mendeteksi ancaman dan menangani serangan.

Cara Menghindari Malware atau Risiko Siber Lain

Berikut ini adalah langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko siber dan bertahan dalam ancaman yang terus berubah.

#1. Tidak berkerja menggunakan koneksi WiFi umum atau Hotspot gratis di tempat umum

Ini adalah sasaran paling empuk bagi para penyerang untuk mengintip komunikasi digital di jaringan umum. Para pengintip dapat menangkap rincian login berupa nama user, kata sandai dan juga mengakses data pribadi.

#2. Memperbarui program dan sistem operasi secara rutin

Setiap program atau sitem operasi biasanya memiliki celah yang memungkinkan peretas dan penyerang membobol keamanan program atau sistem operasi tersebut.

Nah, demi mengatasi hal tersebut, biasanya developer menyediakan patch untuk menutup celah tersebut pada update yang diluncurkan secara rutin.

Agar terhindar dari ancaman, pastikan selalu menggunakan patch terbaru pada program dan sistem operasi yang digunakan.

Dengan demikian anda dapat terhindar dari risiko pengeksploitasian kerentanan pada sistem operasi dan perangkat lunak.

#3. Meminimalkan risiko kompromi kredensial

Hal ini dilakukan dengan melakukan edukasi kepada pengguna mengenai alasan kenapa sebaiknya menghindari kata kunci yang sederhana dan menetapkan metode otentikasi multifaktor.

#4. Menerapakan kebijakan keamanan pada pengendalian akses

Demi melindungi data sensitif maka perlu dilakukan pengendalian mengakses data tersebut dan juga penerapan kebijakan keamanan mengenai hal ini.

Akses jaringan perusahaan ke pengguna, sistem operasi, lokasi dan perangkat yang sesuai perlu dibatasi.

Jika tidak ada otorisasi yang tepat maka kebijakan akan meblokir pengguna secara otomatis atau menawarkan saran berupa pengaturan ulang kata sandi dan penegakkan autentikasi multi-faktor.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled