Program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan Telkomsel, Baktiku Negeriku, digelar kembali dalam semangat majukan negeri dalam memperkuat pembangunan nasional. Tahun ini program dilaksanakan di Desa Pampang, Gunung Kidul, Yogyakarta, serta di Desa Sukoharjo, Pacitan, Jawa Timur.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya saing, produktivitas, serta potensi masyarakat daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) melalui perluasan serta pemerataan akses digital dengan prinsip environmental, social, and governance (ESG). Berbagai perangkat desa dan komunitas setempat seperti BumKal (Badan Usaha Milik Kalurahan), PokDarWis (Kelompok Sadar Wisata), PokDaKan (Kelompok Pembudidaya Ikan), dan GaPokTan (Gabungan Kelompok Tani) turut dilibatkan.
Program Baktiku Negeriku jadi langkah konkret Telkomsel menjadikan desa lebih mandiri dan berdaya saing melalui digitalisasi. “Kunci sukses memberdayakan desa, menjalin sinergi antar-pemangku kepentingan untuk menyediakan teknologi yang inklusif bagi masyarakat desa,”ujar VP Corcom Telkomsel, Saki H Bramono.
Inisiatif Program Baktiku Negeriku dari Telkomsel menjadi contoh konkret sinergi strategis antara sektor swasta dan pemerintah dalam mendorong transformasi digital di desa. Program ini tidak hanya menghadirkan akses teknologi, tetapi juga membangun pondasi ekosistem desa wisata yang adaptif dan berdaya saing melalui integrasi digital, pelestarian kearifan lokal, dan penguatan potensi pariwisata.
“Pendekatan seperti ini jadi elemen penting dalam mewujudkan pembangunan destinasi yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan nasional di sektor pariwisata dan ekonomi digital,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Masruroh.
Pemberdayaan
Aktivitas utama kegiatan yang fokus memberdayakan dan mengakselerasi digitalisasi desaantara lain implementasi Integrated Farming Demonstration Plot, sistem pertanian terpadu berbasis edukasi dan teknologi yang mencakup budidaya hortikultura, peternakan dan perikanan lokal. Kemudian juga pengelolaan Creative Tourism and Circular Economy yang memanfaatkan potensi alam, budaya, dan produk lokal sebagai daya tarik wisata berbasis pelestarian.
Telkomsel juga membangun Creative Digital Center di kedua desa sebagai pusat pelatihan literasi digital untuk mendorong peningkatan keterampilan masyarakat dalam menghadapi era transformasi teknologi. Rangkaian aktivitas selama tiga hari di tiap desa, mulai dari seminar seputar ketahanan pangan, ekonomi kreatif, transformasi digital, serta pemberdayaan komunitas bersama para pakar.
Program ini juga menghadirkan kelas edukasi, kunjungan edukasi ke tempat-tempat usaha lokal, serta acara hiburan untuk warga. Lalu juga Employee Volunteering Program, kontribusi karyawan Telkomsel dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan di tingkat komunitas.
Sebelumnya, program Baktiku Negeriku 2024 di Desa Hegarmanah, Banten, dan Desa Air Sempiang, Bengkulu, dinilai sangat berhasil. Terjadi peningkatan kualitas sosial dan ekonomi melalui kehadiran Digital Center, Smart Classroom, serta penyelenggaraan Integrated Farming Demonstration.
Program di Desa Hegarmanah meningkatkan jumlah wisatawan dari 595 menjadi 1.081 wisatawan hanya dalam empat bulan dan hingga Agustus 2024 tercatat pertumbuhan pendapatan desa sebesar 25%. Terjadi juga peningkatan keterampilan kerja masyarakat setempat hingga 80%, perluasan akses terhadap informasi digital 92%, peningkatan pendapatan sebesar 21%, selain partisipasi sosial 56%.
Di Desa Air Sempiang kunjungan wisatawan melonjak dari 91 menjadi 1.145 wisatawan dalam empat bulan, juga berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan Desa Air Sempiang sebesar 2,9% pada September 2024. Keterampilan kerja masyarakat naik 76%, perkuatan akses terhadap informasi digital 71%, di samping meningkatkan pendapatan masyarakat 40%, dan partisipasi sosial hingga 47%. (*)
BACA JUGA: Produksi Bersama Telkomsel dan Viu Rilis Film Rintik Terakhir
