Integrasi Tambah “Cuan” Operator

Tidak sederhana bagi manajemen XL Smart Sejahtera menjalankan usaha mereka di kancah persaingan yang sangat tajam. Walau operator seluler saat ini hanya tinggal tiga dari lima sebelumnya, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan XL Smart Sejahtera, yang terakhir ini hasil bentukan (merger) XL Axiata dan Smart Telecom.

Sebelum merger, XL Axiata sudah melakukan pembersihan terhadap 15 juta nomor pelanggan yang tidak aktif atau tidak produktif. Pembersihan dilakukan akibat faktor teknis semata yang mencakup proses normalisasi basis pelanggan dan churn selama integrasi jaringan dan sistem.

Saat merger 16 April tahun lalu, jumlah pelanggan XL Axiata 58,6 juta, menjadi 79,6 juta setelah mendapat tambahan 21 juta ex-pelanggan Smart Telecom.

Jumlah pelanggan XL Smart terakhir belum diketahui karena belum ada laporan keuangan hingga Desember 2025. Biasanya laporan keuangan triwulan 3, atau laporan keuangan setahun penuh tahun sebelumnya yang dilakukan menjelang akhir triwulan 3 (Maret) tahun berjalan.

Ke depannya perbaikan mutu jaringan, hasil integrasi BTS dan fokus pada pelanggan dengan ARPU (average revenue per user – pendapatan rata-rata dari tiap pelanggan) yang besar akan menambah pendapatannya. ARPU XL Smart saat ini sekitar Rp 39.000, sementara sebelum merger bertengger di angka Rp 43.000 – Rp 44.000 (2024),  dan ARPU Smartfren Rp  26.000 hingga Rp 30.000 pada 2023 – 2024.

Integrasi BTS (base transceiver station – radio pemancar/penerima) harus dilakukan, Merger membuat banyak BTS kedua operator berdekatan bahkan berhimpitan yang sebagiannya, sekitar 15.000 BTS, harus dipindahkan.

Integrasi, pemindahan sebagian BTS tadi berpotensi menambah cakupan XL Smart karena BTS pindahan akan ditaruh di kawasan yang belum atau kurang terlayani. Jumlah pelanggan baru pun akan menambah cuan asal saja XL Smart bisa tampil dengan layanan lebih baik dibanding operator yang sudah ada sebelumya.

Teknologi MOCN

Proses integrasi jaringan XL Smart dilaporkan berjalan sesuai rencana, dengan implementasi integrasi dan percepatan penggelaran jaringan yang mendorong perluasan cakupan sekaligus peningkatan kualitas layanan. Mereka merealisasikan potensi sinergi pasca integrasi senilai sekitar 150 juta dolar AS hingga 200 juta dolar AS pada 2025 melalui penyatuan pusat operasional, efisiensi aset jaringan, serta kolaborasi dengan ZTE dan Huawei.

Usai integrasi, tarif akan menjadi pertimbangan utama dalam upaya menambah jumlah pelanggan, juga kualitas sinyal yang dipengaruhi banyaknya BTS yang meliput wilayah pelanggan. Kalau tarif lebih mahal ditambah sinyal yang hanya satu atau dua bar, jangan harap XL Smart mampu menjaring pelanggan baru.

Para pengamat menyebutkan, tuntutan ini akan membuat XL Smart harus bekerja keras dengan menyajikan mutu layanan optimal serta menyajikan tarif-tarif promo yang memikat. Memindahkan belasan ribu BTS ditambah kewajiban membangun 8.000 BTS di kawasan 3T (terdepan, tertinggal dan terluar) menjadikan jumlah BTS mereka lebih dari 209.820 BTS membuat cakupan layanan XL Smart meluas.

Sebagai perbandingan, Indosat berhasil mengintegrasikan sebanyak 46.000 BTS-nya tuntas setahun usai merger dengan hasil 700 kecamatan baru masuk jangkauan. Integrasi sebanyak itu dilakukan secara cepat karena memanfaatkan teknologi MOCN (multi operator core network).

Teknologi MOCN, berbagi jaringan yang memungkinkan beberapa operator seluler menggunakan RAN (radio access network) yang sama – termasuk menara dan spektrumfrekuensi – sambil tetap menjaga jaringan inti (core network) terpisah. MOCN meningkatkan efisiensi spektrum frekuensi, memperluas cakupan terutama di pedesaan atau kawasan 3T dan menekan biaya modal (Capex – capital expenditure) dan biaya operasional (Opex – operational expenditure).

Namun, ketatnya persaingan industri telekomunikasi dinilai masih akan membatasi pertumbuhan agresif jumlah pelanggan, termasuk pada segmen broadband yang sempat mencatatkan penurunan hingga kuartal III 2025.

Zero sum game

Dengan jumlah pelanggan seluler nasional sebanyak 327 juta nomor untuk 280 juta penduduk, operator dihadapkan pada kenyataan zero sum game. Bertambahnya jumlah pelanggan di satu operator berefek pada berkurangnya pelanggan operator yang lain.

Kinerja keuangan XL Smart, pendapatan Rp 30,54 triliun hingga kuartal III 2025, tumbuh 20,44% secara tahunan (YoY). Tetapi mereka masih merugi Rp 2,6 triliun, dipicu lonjakan beban merger, penyusutan dan biaya prasarana.

Laporan triwulan akhir 2025 memungkinkan XL Smart menampilkan laba yang signifikan. Pada 4 Desember lalu mereka menjual saham di MORA (PT Mora Telematika Indonesia Tbk) sebanyak 4,33 miliar lembar saham senilai Rp 1,8 triliun.

Sementara MORA pada Kamis (18/12-25) mengumumkan rencana penggabungan dengan PT Eka Mas Republik (EMR) atau MyRepublic Indonesia, Mora akan jadi perusahaan penerima penggabungan, MyRepublic menggabungkan diri. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), pemilik MyRepublik, menjadi pemegang saham pengendali PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) dari entitas hasil penggabungan melalui kepemilikan tidak langsung.

Moratelindo sendiri merupakan perusahaan infrastruktur telekomunikasi dengan jaringan backbone yang luas. Sementara MyRepublic Indonesia memiliki jaringan fiber to the home(FTTH) dengan jumlah homepass 1,52 juta pelanggan ritel yang diberi layanan internet berkecepatan hingga 1Gig, tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Kabel FO (fiber optic) Moratelindo memanjang sejauh 54.330 km termasuk kabel laut proyek Palapa Ring (2.000 km) dan kabel laut Batam – Singapura sepanjang 70 km, serta FO Jakarta – Surabaya 915 km. Mora juga punya 6 pusat data berkapasitas 3,3 megawatt, sekitar 16.800 pelanggan korporasi, satu juta home pass selain hampir 300.000 pelanggan ritel.

Merger keduanya belum terwujud, masih harus meminta persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rapat pemegang saham keduanya akan dilangsungkan pada 25 Maret 2026. ***

BACA JUGA: Lebih dari 95% Jaringan XLSMART di Aceh, Sumut dan Sumbar Sudah Pulih

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled