Tren penggunaan data pelanggan XLSmart dilaporkan terus meningkat di paruh pertama (H1) 2026 yang membuka peluang pertumbuhan pendapatan. Meski penambahan jumlah pelanggan tidak naik signifikan, bahkan cenderung menurun.
Konsumsi data per pelanggan makin hari makin besar, makin hari makin meningkat yang diharapkan meningkatkan besaran ARPU (average revenue per user – pendapatan rata-rata dari tiap pelanggan). “ARPU semester 1 tahun ini sudah naik 13% dibanding tahun lalu, menjadi Rp 47.100 dari tahun sebelummnya, 2025 sebesar Rp 39.500,,” ujarMerza Fachys, Direktur and Chief Regulatory Officer XLSmart kepada media belum lama ini.
Angka ARPU ini merupakan yang tertinggi di industri dengan jumlah pelanggan XL Smart 69,4 juta, turun dari 73 juta. Sementara ARPU Telkomsel Rp 45.100 dengan pelanggan 153,5 juta, turun dari 156,1 juta dari setahun sebelumnya, ARPU Indosat Ooredoo Hutchison sebesar Rp 46.000 dengan jumlah pelanggan 93,4 juta, turun dua juta dari 95,4 juta di tahun 2025.
Penurunan jumlah pelanggan terjadi antara lain sebagai efek pembersihan yang dilakukan operator terhadap nomor-nomor yang tidak aktif atau tidak produktif. Penerapan kebijakan registrasi biometrik juga punya andil, karena orang tidak mudah lagi mengaktifkan kartu perdana seluler seenaknya.
Diungkapkannya, XLSmart menaikkan capex (capital expenditure – belanja modal) dari Rp 15 triliun menjadi Rp 20 triliun. Kebijakan ini untuk menopang ekspansi jaringan XL Ultra 5G+ yang kini sudah mencapai 80 kota yang didukung sebanyak 15.000 BTS (base transceiver station – stasiun radio kirim dan terima) dan akan segera manjadi 101 kota.
Hak konsumen
XLSmart kencang membangun jaringan sejalan didapatnya tambahan frekuensi selebar 2X15 MHz di spektrum frekuensi rendah (low band) di 700 MHz dan pita selebar 50 MHz di spektrum menengah (mid band) di 2600 MHz.
Kedua rentang frekuensi rendah dan menengah tadi disatukan dalam operasionalnya. Meski jangkauan mid bandhanya sekitar radius 200m-300m, namun bisa sampai radius 5 kilometer – 7 kilometer asal BTS ditaruh di menara setinggi 32 meter.
Risikonya memang, makin jauh dari BTS, sinyal yang bisa diterima makin tipis. Dalam kasus XL Ultra 5G+, lepas dari sinyal mid band pengguna HP 5G masih bisa menerima sinyal tanpa putus dari sinyal low band 700 MHz.
Sementara jangkauan spektrum rendah di 700 MHz bisa sampai 17 kilometer, sehingga layanan XL Ultra 5G+ bisa menyelimuti (blanket) kawasan yang luas. Misalnya DKI Jakarta yang luasnya 664 kilometer cukup dilayani 1.000 BTS.
Kata Merza Fachys lebih lanjut, konsumsi data terus meningkat seiring perubahan gaya hidup dalam mengakses layanan digital. Penggunaan video beresolusi tinggi hingga aplikasi AI yang turut membutuhkan kuota internet yang lebih besar.
Mengenai aturan kuota hangus, kebijakan itu dinilainya tidak lalu menghambat pertumbuhan bisnis. “Operator harus tetap menjalankan bisnis dengan memperhatikan perlindungan hak konsumen dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” katanya pula. (*/hw)
