WWW.SINYALMAGZ.COM – Tahun ini, ajang grand slam Wimbledon 2025 sepenuhnya menggantikan juri garis manusia dengan sistem ELC berbasis AI, yaitu Hawk‑Eye Live. Sistem ini memanfaatkan ratusan kamera untuk mendeteksi letak pantulan bola dengan akurasi mikrometer (kira-kira 2–2,6 mm) dan secara otomatis mengumumkan “out” atau “fault” melalui suara sintetis. Sehingga Wimbledon menjadi grand slam pertama yang menggunakan AI.
Selain itu ada pula teknologi yang dikembangkan untuk menganalisa permainan. Di balik layar, pelatih kini mengandalkan platform seperti Tennis IQ yang menggunakan AI untuk menganalisis arah servis, pola kesalahan, dan pilihan pukulan lawan secara instan melalui iPad.
Hal ini memungkinkan penyesuaian taktik selama pertandingan. Di mana tren yang mulai merebak sejak 2023 ketika regulasi komunikasi pelatih dilonggarkan.
Bersama IBM, Wimbledon meluncurkan inovasi digital berbasis AI, antara lain Match Chat yaitu asisten interaktif yang menjawab pertanyaan langsung selama pertandingan, seperti statistik break point dan performa pemain, melalui aplikasi dan situs resmi.
Juga Likelihood to Win yang menampilkan probabilitas kemenangan pemain secara real‑time, memadukan statistik, momentum, dan opini ahli. (*)
BACA JUGA: Cloudflare Siapkan Cara Blokir Pencurian Data oleh AI
