WWW.SINYALMAGZ.COM – Model bisnis AI bervariasi tergantung jenis produknya (software, platform, layanan konsultasi, dll.), tapi umumnya berbasis pada pengembangan teknologi berbasis machine learning atau deep learning untuk menyelesaikan masalah tertentu. Namun secara umum bisnis AI dapat dibagi menjadi tujuh jenis. Antara lain;
SaaS (Software as a Service)
Bisnis ini menawarkan akses ke platform AI berbasis cloud sebagai layanan berlangganan. Ini merupakan jenis AI yang banyak berkembang karena berkenaan langsung dengan pengguna biasa. Sebagai contoh; OpenAI (ChatGPT Plus), Jasper, Copy.ai.
API-based
Menjual akses ke model AI lewat API (Application Programing Interface). Bisnis AI ini juga banyak, biasanya menawarkan kreasi dengan format teks, image, audio maupun video. Biasanya dihitung per request atau per token. Contohnya; OpenAI API, Google Vertex AI, IBM Watson API.
White-label / Licensing
Bisnis AI versi ini kebanyakan bersifat B to B atau B to G. Perusahaan AI menjual lisensi model AI ke perusahaan lain untuk mereka gunakan atas nama mereka sendiri. Misalnya saja model computer vision yang dilisensikan untuk pabrik.
AI Consulting / Custom AI Development
Ada juga yang menawarkan konsultasi dan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Perusahaan AI ini menyediakan layanan pembuatan solusi AI spesifik untuk perusahaan. Beberapa di antaranya Deloitte AI dan Accenture AI Lab.
Data-as-a-Service
Karena pada dasarnya teknologi Ai berbasis data maka ada juga pilihan bisnis AI dengan menjual dataset atau insight dari data yang diproses oleh AI. Output yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Contoh yang ada di jenis ini ada Foursquare, SafeGraph.
Hardware-AI Integration
Beberapa perusahaan bahkan menawarkan solusi menyeluruh. Mereka menggabungkan AI ke dalam hardware fisik (robot, kamera, IoT, dll.). Jenis bisnis AI ini memang membutuhkan biaya yang besar mengingat pelibatan perangkat keras. Unsur robotik yang memadukan data-data AI dipakai pula di sini. Contoh perusahaan di bidang ini ada Tesla Autopilot dan DJI drone.
Advertising AI
Dunia periklanan modern kini mulai berevolusi ke advertising AI. Di sini perusahaan perikalanan menggunakan AI untuk menciptakan konten, lalu monetisasi lewat iklan. Mereka mendapat pasokan dukungan data konsumen bahkan dapat diperolah secara lebih detil sesuai dengan target klien. Pemainnya antara lain pembuat aplikasi AI art/video dengan monetisasi ads.
INVESTASI AWAL
Sebagaimana bisnis teknologi pada umumnya, bisnis AI sangat padat modal. Walaupun struktur investasi yang disiapkan sebenarnya tidak terlalu jelimet, alias tidak terlalu banyak keragaman item biaya.
Investasi awal untuk memulai bisnis AI dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni;
Teknologi dan Infrastruktur
Di bagian ini setidaknya ada tiga sub bagian yang wajib disiapkan. Antara lain; infrastruktur cloud atau server yang merupakan “jantung” dari AI. Dengan begitu banyak tawaran dari perusahaan macam AWS atau Azure, atau juga pemain lokal dengan harga kompetitif sehingga tidak diperlukan sarana bikinan sendiri. Kemudian akuisisi data dan labelling. Sub ini penting karena merupakan “darah” dari bisnis AI. Besar kecilnya data akan berpengaruh pada besarnya investasi yang harus disiapkan.
Model training adalah sub bagian berikutnya. Inilah yang membedakan antara satu AI dengan AI lainnya. Seiring dengan semakin bertambah pintarnya AI maka model learning pun semakin membutuhkan banyak pelatihan yang artinya tambahan investasi.
Akses Antar Muka
UI / UX dan platform yang merupakan antar muka untuk mengakses ke layanan AI adalah faktor biaya berikutnya. Biasanya platformnya berkembang seiring dengan semakin banyak akses.
SDM dan Operasional
Di luar unsur teknis, investasi berikutnya adalah biaya untuk gaji karyawan. Posisi yang vital adalah AI engineer dan developer. Selanjutnya ada marketing dan sales, administrasi, dan lainnya.
PENDAPATAN
Layanan AI memungkinkan memperoleh berbagai pendapatan tidak hanya dari satu sektor. Ada beberapa sumber pendapatan antara lain langganan bulanan/tahunan, biaya per penggunaan (pay-per-use), lisensi tahunan, fee proyek (custom AI).
Bisa pula dari revenue-sharing model dimana AI digunakan untuk menghasilkan pendapatan bersama partner. Penjualan data atau insight terutama di industri retail, keuangan, dll. Terakhir adalah iklan atau monetisasi konten, AI digunakan untuk membuat konten monetisasi (ads, views).
Terakhir tentu saja venture capital atau angel investor. Untuk satu ini sangat tergantung dari skala bisnis. (*)
BACA JUGA: FYI AI: Apa Itu Artificial Intelligence?
