Desain dan Layar
Kecuali ukuran yang besar yaitu layar 5,5 inch, Samsung masih menggunakan desain andalannya yang sama persis dengan seri J lainnya. Desain warna putih, desainnya memang terbilang bagus dan menarik, meski tampil monoton. Menggunakan baterai jenis removable, cover bagian belakang terbuat dari plastik dan bisa dibuka. Selain membuka baterai, pengguna juga bisa untuk memasang katu SIM dan memori tambahan.
LG sendiri memiliki layar sedikit lebih kecil yaitu 5,2 inch yang menggunakan desain unibodi dimana cover belakangnya menempel dan tidak bisa dibuka. Menggunakan baterai yang tertanam, pengguna bisa menempatkan kartu SIM dan memori eksternal dari slot di sebelah kiri. Dibutuhkan jarum atau pin ejector untuk mengeluarkan kompartemen hybrid. Kompartemen ini bisa dipasang kartu nano SIM pada slot pertama dan bergantian antara nano SIM dengan micro SD pada slot kedua.

Sensor yang terdapat dalam LG X Cam jauh lebih banyak (10 buah) dibanding dengan Samsung Galaxy J7 2016 (2 buah).
Sayangnya, Samsung terlihat ‘pelit’ menyediakan sensor pada layar. Aplikasi uji hanya mendeteksi dua sensor saja yaitu Accelerometer dan Proximity saja. Di sini layar LG menggunakan 10 jenis sensor sehingga memiliki fungsi yang lebih banyak untuk menjalankan aplikasi tertentu. LG tidak hanya sekadar menyertakan sensor Gyroscope, namun juga mampu bekerja sempurna dalam menjalankan aplikasi VR. Saat dicoba menjalankan aplikasi Cardboard besutan Google, tampilan tidak berbayang dan terlihat sempurna.


