Netflix Club: I Care A Lot, Lika-Liku Bisnis Panti Jompo

SINYALMAGZ RATE: 7/10

PEMAIN: Rosamund Pike, Peter Dinklage, Eliza Gonzalez, Dianne Wiest

WWW.SINYALMAGZ.COM – Amerika memang negeri segala impian. Apa saja bisa jadi bisnis. Termasuk mengurusi kaum jompo. Berdalih undang-undang tentang negara harus mengurus orang tua sebatangkara, di situlah bisnis Marla Grayson (Rosamund Pike) hadir. Masalahnya, aturan membolehkan pihak swasta untuk menjadi wali yang berkewajiban mengurus para sepuh seperti jasa rawat orang tua milik Grayson itu.

Namun aturan ini terasa sekali justru membuka celah niat buruk. Agen-agen yang boleh menjadi wali lalu tebang pilih. Celah di mana pebisnis macam Grayson yang berduet dengan Fran (Eliza Gonzalez) pilih-pilih nenek-nenek atau kakek-kakek yang kaya raya.

Dari sinilah alur cerita I Care A Lot, film garapan sutradara J Blakeson dimulai. Agen macam Grayson – Fran tak perlu punya panti jompo agar bisa mendapat klien para jompo. Mereka cukup bekerja sama dengan rumah sakit atau panti werdha (retirement home). Toh dengan hanya menjadi agen saja, kantor mereka cukup elit dan representatif.

Seseorang berusia tua baru dapat dibolehkan memiliki wali baru jika ia dinyatakan tak memiliki keluarga satu pun. Di sisi lain, kondisi fisik maupun psikisnya telah dinyatakan tidak sehat oleh dokter. Ini juga bisa menjadi celah, karena doker pun bisa kongkalingkong untuk membuat surat pernyataan palsu.

Sebut saja seorang perempuan tua Jennifer Peterson (Dianne Wiest). Perempuan lanjut usia yang tinggal seorang diri ini jadi target Grayson. Dengan data daftar kekayaan yang besar membuat Grayson berniat menjadi wali. Padahal di sisi lain, Peterson merasa dirinya baik-baik saja, ia bahkan mengaku  sehat walafiat.

Tokoh Grayson yang ambisius, nakal tapi pintar dimainkan dengan apik oleh Pike. Ini adalah karakter baru yang dimainkan aktris Inggris tersebut sepanjang karirnya. Perempuan 42 tahun ini sudah pernah menjadi agen rahasia, ibu rumah tangga, bahkan peran psikopat di film Gone Girl.

Konflik muncul tidak hanya ketika mulai menjadi wali Peterson. Sejak awal Grayson juga haus akan harta kliennya itu. Karenanya, kemudian petualangan bisnisnya membawa pertemuan dengan gangster Rusia, Roman Lunyov (Peter Dinklage). Asal tahu saja, ini adalah film kedua yang mempertemukan antara Pike dengan Dinklage. Sebelumnya mereka bersua di The Deep Blue Good-bye (2016).

I Care a Lot berdurasi sepanjang 1 jam 59 menit. Blakeson piawai membangun konflik satu-persatu hingga mempertemukan dua sosok –yang sebenarnya- sama “jahatnya” (antara Lunyov dan Grayson).  Bedanya Lunyov seorang kriminal. Grayson culas.

Siapa nenek Peterson baru terungkap kemudian. Dan tampaknya memang bukan sekadar nenek-nenek umumnya.

Blakeson juga membawa penonton menyimak bahwa si jahat mungkin pula bertemu dengan si jahat. Pada titik tersebut, kita kemudian membayangkan apakah mungkin bisnis dengan klien kakek-nenek tiada berkeluarga akan melahirkan konglomerasi?

Boleh jadi, jika kita bisa menguasai dokter (yang menyatakan kondisi fisik dan mental klien), hakim (yang memberikan hak perwalian), kepala atau manager panti werdha (yang mengurusi kehidupan sehari-hari klien), hingga pemasok obat-obatan (bagi klien-klien yang nyata-nyata perlu tindakan medis karena faktor usia).

Lunyov lah yang mengangkat gagasan ini. Bahkan menurutnya, nilai bisnis ini tidak hanya sekadar 10 juta dolar yang setara dengan harga beberapa mata berlian. Namun juga miliaran dolar dan berjangka panjang.

Penasaran? Inilah film Netflix original yang baru saja dirilis resmi 19 Februari silam. Tidak akan Anda temukan di bioskop.

Simak dulu trailer-nya berikut: I CARE A LOT – YOUTUBE    (*)

 

 

2 Comments
  1. […] Baca juga: Netflix Club: I Care A Lot, Lika-Liku Bisnis Panti Jompo […]

  2. […] Baca juga: Netflix Club: I Care A Lot, Lika-Liku Bisnis Panti Jompo […]

Leave a reply

Sinyal Magazine
Login/Register access is temporary disabled