WWW.SINYALMAGZ.COM – Jutaan situs web kini dapat memblokir bot kecerdasan buatan (AI) agar tidak mengakses konten mereka tanpa izin. Sistem baru ini diluncurkan oleh perusahaan infrastruktur internet, Cloudflare.
Hal ini akan membuka peluang pemilik situs dapat meminta pembayaran dari perusahaan AI sebagai imbalan atas konten mereka yang diambil. Banyak penulis, artis, musisi, dan aktor terkemuka menuduh perusahaan AI melatih sistem pada karya mereka tanpa izin atau pembayaran.
Teknologi Cloudflare menargetkan bot perusahaan AI yang juga dikenal sebagai perayap. Seperti diketahui perusahaan AI telah menjelajahi web, mengindeks, dan mengumpulkan data.
“Ini adalah langkah penting menuju terciptanya pertukaran nilai wajar di Internet yang melindungi kreator, mendukung jurnalisme berkualitas, dan meminta pertanggungjawaban perusahaan AI,” ujar Roger Lynch, kepala eksekutif Condé Nast, yang menerbitkan beberapa media cetak seperti GQ, Vogue, dan The New Yorker.
Walaupun masih belum cukup karena diperlukan perlindungan hukum yang lebih kuat.
Banyak penerbit menuduh perusahaan AI menggunakan konten mereka tanpa izin. Sebut saja BBC yang mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan AI yang berbasis di AS, Perplexity. BBC menuntut Perplexity untuk segera berhenti menggunakan konten BBC, dan membayar kompensasi untuk materi yang sudah digunakan.
Sebenarnya di sisi lain, penerbit cukup senang mengizinkan perayap dari mesin pencari, seperti Google, untuk mengakses situs mereka. Dengan cara demikian Google misalnya dapat mengarahkan orang ke konten mereka sebagai gantinya.
Kondisi yang terjadi bertahun-tahun itu jadi alasan Perplexity untuk melntarkan argument. Perplexity menuduh BBC berusaha mempertahankan monopoli Google.
Sementara dari sisi lain, Cloudflare berpendapat bahwa AI melanggar perjanjian tidak tertulis antara penerbit dan perayap. Perayap AI, menurutnya, mengumpulkan konten seperti teks, artikel, dan gambar untuk menghasilkan jawaban, tanpa mengarahkan pengunjung ke sumber asli. Artinya perusahaan AI telah merampas pendapatan pembuat konten.
“Jika Internet akan bertahan di era AI, kita perlu memberi penerbit kendali yang layak mereka dapatkan dan membangun model ekonomi baru yang bekerja untuk semua orang,” tulis kepala eksekutif perusahaan itu, Matthew Prince.
Untuk tujuan itu, Cloudflare juga sedang mengembangkan sistem “Bayar Per Perayapan”. Sistem ini akan memberi pembuat konten opsi untuk meminta pembayaran dari perusahaan AI guna menggunakan konten asli mereka.(*)
BACA JUGA: Penggunaan AI Tingkatkan Emisi Karbon, Konsumsi Listrik dan Air
